Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MARI KITA BERPISAH

MARI KITA BERPISAH

Apa yang telah terjadi? Ayash menepis tanganku. Untuk kali pertama. Ini di luar kebiasaannya. Biasanya ia yang selalu enggan melerai tautan jemari kami. Ia lalu menatapku, dengan pandangan yang tidak bisa kuartikan. Lalu bola matanya berputar liar. Apakah ia sedang menyusun kalimat yang pantas? “Sha, kita berpisah saja. Aku ingin bercerai.”
9.619.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 792 kali sebagai sampai maut memisahkan
Baca
+Pustaka
Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)

Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)

“Xa, berhenti mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal. Tidur sekarang, kau perlu banyak beristirahat.” “Jika di masa depan, kematian benar-benar memisahkan kita. Jangan pernah melihat ke belakang lagi ya, Earl. Jika ada hal yang belum selesai di antara kita, kau tidak perlu lagi menengoknya ke belakang. Saat perpisahan itu datang. Kita harus sudah berdamai dengan keadaan. Tidak boleh ada luka karena perasaan ditinggalkan atau penyesalan. Kau bisa berjanji, Earl? Jalani hidup masing-masing dengan benar.”
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai sampai maut memisahkan
Baca
+Pustaka
BAHAGIA SETELAH BERPISAH

BAHAGIA SETELAH BERPISAH

Bahagia setelah berpisah 1 ** "Mas, beras habis," ucapku pada suamiku yang sedang asyik memainkan gawainya. "Loh kok cepat sekali," kata nya santai. "Ya ialah inikan sudah mau akhir bulan. Dua hari lagi akhir bulan. Sekalian belikan semua kebutuhan buat keperluan dapur. Sudah pada habis," kataku memberikan dia catatan. Dia mengambilnya dengan kasar.
10124.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai sampai maut memisahkan
Baca
+Pustaka
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Penyesalan yang mendalam berubah menjadi air mata, mengalir tanpa henti. “Maafin Mama, Dimas. Maafin Mama.” “Mama yang salah. Harusnya Mama nggak pergi beli sayuran. Ini semua salah Mama.” Dimas menahan sakitnya, tersenyum padaku. “Ma… Dimas mau pulang,” ucapnya pelan. Aku mengangguk cepat. “Ya, kita pulang.” Malam itu, tak ada seorang pun di rumah. Setelah memastikan kondisi Dimas, aku buru-buru mengemas barang-barang. Keesokan paginya, aku dan Dimas berangkat ke stasiun.
9.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 374 kali sebagai sampai maut memisahkan
Baca
+Pustaka
Aku Mundur, Mas!

Aku Mundur, Mas!

"Semoga kita selalu di satukan baik dalam keadaan susah dan senang. Hanya maut yang mampu untuk memisahkan kita." "Aamiin."
9.4123.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai sampai maut memisahkan
Baca
+Pustaka
Istri Sementara Tuan Adam

Istri Sementara Tuan Adam

Semoga cinta kami akan abadi sampai maut memisahkan. ENDLESS LOVE
7.518.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 604 kali sebagai sampai maut memisahkan
Baca
+Pustaka
Hasrat Cinta Tuan William

Hasrat Cinta Tuan William

Ringga membuang napas, lalu menaruh muffin-nya sendiri di kursi. “Mereka memang benar berpisah, kok.” Dan sebelum Lira bisa menanyakan kebingungannya, Ringga melanjutkan, “Dipisahkan oleh maut.” Keheningan merebak di antara mereka. “Dia … meninggal kenapa?”
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai sampai maut memisahkan
Baca
+Pustaka
MEREKA BEBAS KETIKA KALIAN MATI

MEREKA BEBAS KETIKA KALIAN MATI

Bahkan belum satu hari kebahagiaan itu mereka jalani, tapi sekarang sudah terganti. “Betapa dinamisnya kehidupan ini. Sesaat bahagia, untuk sesaat kemudian bersusah payah berjuang antara hidup dan mati. Gila sekali!” Tanpa sadar Jazlan mengucap apa yang ada di pikirannya lagi. Sementara pikirannya melayang, dari kejauhan terlihat rumput yang mulai memendek, tanda tepi Padang Rumput mungkin akan segera terlihat.
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 370 kali sebagai sampai maut memisahkan
Baca
+Pustaka
Cinta Dan Kematian

Cinta Dan Kematian

Sosok malaikat kematian itu mengulurkan tangannya dan tiba-tiba sebuah benang merah muncul dari dada Adra, tersambung ke dada Ilya. “Itu adalah bukti bahwa kalian adalah satu pasang hati. Sejauh apa pun jarak memisahkan kalian, tetap pada akhirnya akan dipertemukan untuk saling melengkapi.” Adra tertegun mendengar penjelasan mahkluk tersebut. Alih-alih melihat benang di tubuhnya yang tersambung ke tubuh Ilya. Jadi inilah jawaban dari segala pertanyaan Adra dan Ilya. Tanpa sadar, sejak pertama mereka bertemu, keduanya sudah saling merasakan sesuatu. Perasaan Adra yang terbagi pada Ilya, dan tentu saja Adra yang sadar akan perasaannya sendiri. Mereka berdua seakan saling membutuhkan, dan berba
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai sampai maut memisahkan
Baca
+Pustaka
Suami Pengganti untuk Adara

Suami Pengganti untuk Adara

"Jangan ninggalin aku ya, Raf." "Iya." "Semoga cuman maut yang bisa misahin kita." "Aamiin."
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai sampai maut memisahkan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status