Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rahasia Kekayaan Sang Barista

Rahasia Kekayaan Sang Barista

Orang-orang berkerumun, menghangatkan diri dengan segelas kopi atau teh panas. Uap mengepul dari minuman hangat di tangan mereka, sementara beberapa dari mereka mengunyah makanan ringan—membantu mengisi perut yang kosong. Xander meraih secangkir kopi dari salah satu gerai dan menghangatkan kedua tangannya dengan lembut. Sensasi pahit dari kopi menyusup ke dalam pikirannya, sedikit mengusir rasa kantuk yang mulai muncul.
1038.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai secangkir kopi panas
Baca
+Pustaka
Kegelapan dibalik Kedamaian

Kegelapan dibalik Kedamaian

Ucap Dien menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan. Kapten Medi tersenyum kecil, melambaikan tangan mempersilahkan Dien duduk di kursi yang ada di depannya, lalu membuat kopi dengan pengendalian energi spiritual dengan santai dan acuh tak acuh. Dengan pengendalian energi spiritual yang baik, kapten membuat air panas, kopi, dan gula bergerak sendiri di udara, lalu bergabung dan menciptakan satu kesatuan yang dikenal sebagai kopi panas. Cairan hitam pekat itu segera diarahkan untuk tertampung di sebuah gelas. Kapten melambaikan tangan, membiarkan segelas kopi itu melayang dan mendarat di depan Dien Moretz.
10932 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai secangkir kopi panas
Baca
+Pustaka
Dekapan Panas Kakakku

Dekapan Panas Kakakku

Itu yang jadi masalah bagi Hanson. “Tapi itu bukan sebentar,” kata Hanson. “Kopinya panas. Harus ditunggu dingin dulu.” “Dua puluh tiga menit untuk menunggu kopi dingin,” ketus Hanson. Kiara akhirnya mengangkat kepalanya dari dokumen. Dia menatap Hanson dengan datar. “Kakak menghitung waktunya?” tanya Kiara. “Tidak.” “Kakak baru saja menyebutkan dua puluh tiga menit.”
1015.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai secangkir kopi panas
Baca
+Pustaka
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Di depannya, secangkir kopi hitam yang baru saja kuantar lima menit lalu masih mengepul. "Ini kopi atau air cucian piring?" Suara bentakan itu membuatku tersentak. Arjuna mendorong cangkir itu menjauh dengan kasar hingga cairannya tumpah sedikit ke alas meja kulit. "Kurang panas, Alea! Berapa kali saya bilang saya suka kopi yang mendidih?!" Aku menatapnya diam. Kopi itu panas. Aku baru menuangnya dari mesin. Uapnya masih terlihat jelas.
9.472.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai secangkir kopi panas
Baca
+Pustaka
Bukan Istri Cadangan

Bukan Istri Cadangan

Ujar Iten begitu saja. Caliana yang sedang mengaduk kopinya memandang Iten. "Aneh apanya?" "Nyeduh kopi pake air panas, tapi malah ditambah air dingin. Kan aneh." Caliana tertawa. "Saya balik tanya sama kamu. Kamu kalo minum kopi, nyeduh pake air panas dari dispenser. Itu kopi langsung diminum?" Tanyanya. Iten menggelengkan kepala. "Ya enggak atuh teh, nanti lidah saya kebakar."
10180.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai secangkir kopi panas
Baca
+Pustaka
Pembalasan Sang Dokter Jenius

Pembalasan Sang Dokter Jenius

Wajah Pak Budi langsung berbinar. “Tentu saja Bapak mau!” serunya antusias. Joko tersenyum. “Ayo, Pak. Saya tunjukkan sekarang.” Mereka berdua bangkit dan berjalan ke meja minuman. Joko tidak hanya memberitahu, ia menunjukkan setiap langkahnya dengan sabar. Ia menjelaskan tentang pentingnya membilas cangkir dengan air panas terlebih dahulu untuk menjaga suhu. Ia menunjukkan takaran bubuk kopi dan gula yang presisi, tidak kurang, tidak lebih.
1021.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 846 kali sebagai secangkir kopi panas
Baca
+Pustaka
Janda Laila

Janda Laila

tanyaku melihat Siska baik-baik saja, tidak kaget dengan kopi yang kuyakini rasanya masih panas. “Apanya?” “Kopinya. Lo minum kopi tanpa ditiup dulu. Emang gak panas?” Bibir Siska mencebik. “Elah, gak bakal mati Cuma karena kepanasan minum kopi, Laila ....” sahutnya asal. Hening beberapa saat diantara kami. Aku memilih mencomot cemilan goreng kentang, memakannya.
9.8150.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai secangkir kopi panas
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
Jarak Rindu

Jarak Rindu

Cangkir kuning bentuk kepala kucing. Naya bisa merasakan Kopi hangat mengalir ke tenggorokan dan turun ke perut. Ia bisa merasakan kepalanya terasa ringan sedikit demi sedikit. Plong. Untuk sejenak, Naya membayangkan hari-harinya yang biasa: bangun, mandi, berangkat ke pabrik dengan kepala penuh rencana perbaikan fasilitas, bukan daftar panjang pertanyaan penyidik.
10780 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai secangkir kopi panas
Baca
+Pustaka
Sekretaris Sang Presdir

Sekretaris Sang Presdir

Kopi itu baru saja diseduh, tentu saja akan terasa panas. “Pak, apa lain kali saya membuatkan kopi Bapak menggunakan air dingin?” Alih-alih merasa kasihan, Pijar justru menatap datar ke arah Elang. Elang pun akhirnya menatap dengan mata mendelik tajam. “Kopi itu diseduh dengan air panas, seharusnya Bapak menunggu sampai hangat!”
9.173.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai secangkir kopi panas
Baca
+Pustaka
Kubayar Hutangmu Dengan Tubuhku

Kubayar Hutangmu Dengan Tubuhku

"Minumlah. Ini akan menenangkan sarafmu. Hati-hati, masih panas." Aku menatap cangkir kopi hitam pekat di tanganku. Uap panasnya mengepul. Kontras itu begitu nyata hingga membuatku ingin tertawa histeris. Suamiku, yang kuberi segalanya, menyuruhku membuat kopi dengan bentakan saat dia mabuk. Selingkuhanku, yang disebut orang jahat, membuatkan teh dan meniupnya untukku agar lidahku tidak terbakar.
819 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai secangkir kopi panas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status