Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SENDIAKALA

SENDIAKALA

Udara terasa lebih berat, penuh dengan kata-kata yang terpendam dan kenangan masa kecil yang begitu banyak menghubungkan kami. “Kamu kelihatan capek,” ucap ku dengan suara yang lebih pelan. Aku bisa melihat bagaimana mata nya tampak lesu, dan bahu nya yang biasanya tegap kini tampak sedikit membungkuk. Satya menghela napas perlahan, kemudian mengalihkan pandangannya ke laut yang terus bergelombang. “Uti sedang tidak enak badan. Kondisinya sedikit memburuk sejak tiga hari yang lalu.”
463 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
Sisa Takdir

Sisa Takdir

Terlalu harum untuk sekadar teh. Dan… ada sesuatu lagi. Ia mendekatkannya lagi ke hidungnya, membiarkan hidungnya mengenali bau tipis yang tertinggal di dasar cangkir. Ramuan. Ia mengenali aroma itu. Obat tidur ringan, digunakan untuk menenangkan seseorang tanpa membunuh kesadarannya seketika. Biasanya digunakan oleh tabib untuk pasien yang sulit tidur. Tapi dosis dalam cangkir ini…
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
SUJUD TERAKHIR EMAK

SUJUD TERAKHIR EMAK

Ada perasaan tak nyaman menggelitik hatinya. “Bismillah…” gumam Sita, meletakkan sendok lalu berdiri. Ia mengambil piring, menyendok sebagian lauk dari meja — sepotong ayam goreng, tempe orek, dan sambal — kemudian melangkah keluar. Dua ketukan pelan di pintu kayu rumah Mak Asih membuat langkah di dalam terdengar. Tak lama, pintu terbuka, menampilkan sosok Mak Asih dengan senyum ramahnya.
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
STRANDED (TERDAMPAR)

STRANDED (TERDAMPAR)

Ternyata di sana ada taringnya, panjang pula. Tak pelak lagi, napas Wendra mendesah panjang. Kedua bola matanya terpelotot tajam. Mulut ternganga bulat. Lidah Wendra mencibir keluar. Wajahnya menjorok ke depan. Sesaat Wendra tampak bego mirip orang sakit ayan. Jantung Wendra mencak-mencak. Sontak dia berteriak. “Baaah! Set... set... setaaaaaaaaaan...! Setaaaaaaaaaan...! Lihat itu ada setan...!” teriak Wendra terbata-bata. Suaranya melengking tinggi hingga membahana ke angkasa sana.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
Mendadak Sah

Mendadak Sah

Andai saja diperbolehkan, ia akan mengusir mereka keluar dari sini. "Belum memutuskan atau memang gak subur, Iya kan, Jeng," sambung Tante desy, adik ipar dari mama Resti. "Paling juga dia gak subur. Mending dulu tuh Chandra nikahnya sama anak saya aja. Lulusan s2 lagi, udah gitu cantik." Runa masih terus tersenyum menanggapi ucapan yang semakin menjadi dari teman-teman sang mertua. Mereka bahkan mengatakan itu tepat dihadapannya.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
Mendadak Sah

Mendadak Sah

"Kali ini kesurupannya lama banget. Betah banget setannya bikin deg-degan." *** TBC
1042.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
Menyerah

Menyerah

Bersambung . Ngantuk Besti
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 358 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
Selìni

Selìni

"Ssttt–" Oh, sial. Pasti ada sesuatu. "K, kenapa?" Hidung Calum mengendus sekitar, matanya makin menyipit. Kemudian bisa didengar jelas suara umpatan halus si alpha. Tak henti lontarkan kata kasar sebagai bentuk pengutaraan. "Cal–"
901 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai sederet
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status