Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rumah yang Semu

Rumah yang Semu

“Kamu ke Tembalang kan Di? Bareng aku sekalian aja, kan kita searah” “Aku mau ke tempat sepupuku mas di Banyumanik. Kejauhan kamunya. Tapi ya ayok aja sih kalo kamu maksa” Akhirnya mereka berdua tertawa menuju ke parkiran belakang Lawang Sewu. Sepanjang perjalanan, Setya banyak bercerita tentang hari – harinya. Diana hanya melihat keluar jendela dan sesekali mengangguk. “Makasih ya mas udah dianterin. Hati – hati di jalan ya”
102.2K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as semata wayang
Read
+Library
SENYAWA

SENYAWA

ucap Varo lirih. “Bukannya, rumah kamu lebih mewah, lebih besar dan megah? Aku tahu Papi kamu pekerja keras, jadi pasti hunian kamu lebih nyaman.” Meera kemudian membuka pagar rumahnya dan mempersilakan Varo masuk. “Assalamu’alaikum,” sapa Meera sambil mengetuk pintu dengan dua daun pintu berwarna cokelat tua tersebut. “Wa’alaikumsalam,” jawab seorang wanita dari dalam rumah.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as semata wayang
Read
+Library
Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Kalian yang memulai, jangan salahkan aku melawan. Mak Odah antusias meraih plastik yang ada disterofom. "Wah, dapet udang sama iwak Nila!" Mak Odah girang. "Rum, siapa sih yang belum balikin semen itu, kok aku penasaran?" Mbak Maryam kepo. Hem kasih tau nggak ya?
7.840.7K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as semata wayang
Read
+Library
Pelukan Dingin Tuan Muda

Pelukan Dingin Tuan Muda

Pertunjukan sebentar lagi akan dimulai tapi tempat di sampingnya masih kosong tapi Laiba sedang tidak terburu-buru menunggu dengan sabar pemilik kursi di sampingnya. Setelah pertemuannya dengan Fang Laiba tidak langsung kembali akan tetapi menikmati waktu luangnya, suasananya di Jogyakarta begitu damai menurutnya meskipun ada banyak orang dimana-mana kini duduk di tengah begitu banyaknya orang untuk melihat pertunjukan wayang orang dengan alunan gamelan yang indah. Setelah waktu berlalu beberapa saat seorang dengan jas hitam duduk di sampingnya aroma dari laki-laki itu sudah dapat dikenali oleh penciuman Laiba, mereka berdua tidak ada yang memulai pembicaraan maupun sapaan keduanya fokus pad
1.6K viewsCompletedAdded to Library 57 Times as semata wayang
Read
+Library
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

“Sekarang, kau yang harus memutuskan. Untuk menyelamatkan Bima dari ikatan, kau harus mengorbankan hal lain. Kau lihat apa yang kutanam di sekitar batu nisan?” Raka mengikuti pandangannya ke bawah, melewati jebakan kawat tipis. Ia melihat di dasar batu nisan tanpa nama itu, terdapat empat Wayang baru yang ditancapkan. Wayang yang belum pernah ia lihat. Mereka adalah Wayang kecil, berukuran hanya setengah Wayang normal. Mereka adalah Wayang anak-anak, dicat dengan warna-warna cerah yang kini terlihat ironis.
929 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as semata wayang
Read
+Library
PERNIKAHAN YANG TERNODA

PERNIKAHAN YANG TERNODA

Dan rencanya, malam ini, Basti dan Aksel ingin berjalan-jalan keliling kota Semarang untuk sekedar cuci mata atau membeli oleh-oleh khas kota Venetie Van Java itu. Kini, mereka sedang berada di Kawasan Simpang Lima, Semarang dan ingin menuju Tugu Muda. Mereka melewati sebuah jalan yang diberi nama jalan Pandanaran. Jalan yang berada di tengah-tengah kota Semarang ini merupakan sentra jajanan oleh-oleh khas Semarang. Di tempat inilah makanan khas Semarang seperti lumpia, bandeng presto, dan wingko babat dapat ditemui dengan mudah.
1031.4K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as semata wayang
Read
+Library
From Your Eyes Only

From Your Eyes Only

katanya Aku yang tidak mengerti istilahnya , bertanya sambil mengeryitkan dahi “ Apa itu Samawa?” “ Masak ngak tahu Samawa? ” Tanyanya Aku menggeleng “ Dalam agamaku Samawa adalah singkatan dari "Sakinah, Mawaddah, Warahmah".Artinya dalam konteks pernikahan Sakinah , ketenangan, kedamaian, ketenteraman hidup berumah tangga. Mawaddah cinta kasih yang penuh kehangatan dan kasih sayang. Warahmah rahmat, ampunan, dan kasih dari Allah yang meliputi keluarga.” Ario menjelaskan
106.8K viewsCompletedAdded to Library 260 Times as semata wayang
Show Reviews (34)
Read
+Library
Kania Putri
marah kecewa pasti ada ini tapi aq yakin laras bukan tipe cewe pendendam dia dapt memutuskan sesuatu dengan kepala dingin & bukan dengan emosi sesaat. aq yakin sih laras akan memaafkanmu. ya ampun deg2an ini menanti julio berkata jujur pada laras
~•°Putri Nurril°•~
bener² dapat kejutan banget di bab minggu ini. dan setiap permasalahan yang ada pasti ada solusi. novel ini mengajarkan tentang kehidupan yang tak selamanya di atas/ di bawah. ceritanya pun ngeh banget di hati. thanks Ci Net, udah bikin cerita yang luar biasa
Read All Reviews
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Sementara, air di westafel terus saja mengalir. ****** “Yeeeey.. Sampai!!” teriak Emmy kegirangan. Kelima mahasiswa itu sedang bersandar di pagar dek kapal. Mereka memandangi menara khas Lampung, Menara Siger yang menyerupai mahkota tradisional. “Welcome to Lampung,” ucap Lili yang sedang membaca tulisan besar yang ada di tepi daratan. “Laper banget gua. Habis ini kita cari rumah makan ya guys?”
108.9K viewsOngoingAdded to Library 240 Times as semata wayang
Read
+Library
Kurir Pemilik Sistem

Kurir Pemilik Sistem

"Lalu bagaimana cara aku bisa berkomunikasi dengan keris itu? Aku ingin tahu apa yang dia inginkan. Aku ingin tahu kenapa dia kembali padaku." Kyai Slamet tersenyum. "Caranya sederhana, Mas. Tapi butuh kesabaran." "Apa caranya?" "Mas harus 'melek' keris itu. Melek dalam bahasa Jawa berarti membuka mata batin keris. Memberi tahu keris bahwa Mas adalah pemiliknya. Memberi tahu keris bahwa Mas akan merawatnya dengan baik." "Bagaimana caranya?" "Caranya, Mas harus mengadakan ritual kecil. Sederhana. Tidak perlu sesajen rumit. Cukup kemenyan, bunga, dan air bersih. Mas juga harus membaca doa, doa apa saja yang Mas yakini."
10954 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as semata wayang
Read
+Library
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

Di hadapannya mengepul asap putih berbau getah kayu, semerbak mewangi menyebar tersapu embusan angin, menimbulkan bibit-bibit aroma mistis di seantero area tersebut. “Hhmmm ....” deham sosok itu hampir serupa dengan suara menggeram seram, lantas lanjut berucap dalam bahasa daerah setempat, “ ... Asma pangawasa khodam nu ngancik dina ieu barang nu mangrupa jimat tali mayat, nyuhunkeun pitulung ningang keur bingung, bantosan nalika keur kasusahan, sareng kajayaan miraga kana awak ngajaga tina kapapaehan. Hhmmm, hadir ... hadir ... hadir!”
8.512.8K viewsCompletedAdded to Library 308 Times as semata wayang
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status