Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mate

Mate

aku langsung menuju kamarku dan bersiap-siap. Tidak butuh waktu lama, 10 menit kemudian aku telah siap dengan makeup tipis dan celana kulot warna putih dan atasan berwarna soft pink, dilengkapi tas sling bag berwarna pink pula. “Bay, kuy!!!” ajakku.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai shortest
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

Langsung saja, dibawanya tubuh Kesya kedalam pelukan. "Aku tidak mimpi... aku tidak mimpi.. ini nyata, kau benar-benar disini, di pelukanku. Aku... aku sangat merindukan mu, teramat sangat merindukan mu Kesya. Kau terlalu lama tertidur, membiarkan ku melewati sendiri selama 7 hari 168 jam, dan setiap detik yang bergeser seakan sulit bagiku untuk bernafas. Seperti sebuah tali yang mengikat leherku kuat, aku tersiksa.. sangat tersiksa, bahkan untuk melewati satu pun rasanya tak sanggup tanpamu. Setiap saat, jiwa ketakutan menghantuiku, aku takut kau tidak lagi bernapas, aku takut kau tak lagi berada di sisiku, aku takut kau meninggalkan ku sendiri. Ketika detik berganti menit, menit berganti j
9.911.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 352 kali sebagai shortest
Baca
+Pustaka
HURT

HURT

Kemudian, disesapnya minuman itu perlahan, menikmati sensasi manis dan sedikit pahit yang menyentuh permukaan lidahnya. Cokelat panas, minuman favoritnya ini memang selalu menjadi senjata paling ampuh untuk mengusir lelah dan penatnya. “Ponselmu.” Mi Kyung meletakkan ponsel berwarna biru metalik ke atas meja dan mendorongnya ke arah Joon. “Kau harus segera mengaktifkannya. Siapa tahu ada orang penting yang hendak menghubungimu. Sudah dua hari kau menonaktifkannya, bukan?”
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai shortest
Baca
+Pustaka
ZOE

ZOE

aku memutar bahu menyibakkan tangannya, "Nona kumohon." "Waktu kita tinggal 95 detik, tidak ada waktu untuk khawatir!" "Zoe segera!" Aku menutup mata menentukan pilihan, "Biru." tanganku melayangkan wakizashi dan memutusnya. "NONA!" GAWAT! "FAKE! Itu kabel untuk mempercepat waktu!"
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai shortest
Baca
+Pustaka
Home

Home

Biru tak terkejut ketika Satra pun menetapkan suatu diagnosis. Persistent depressive disorder atau memiliki nama lain dengan dysthymia. Termasuk depresi kronis. Depresi ringan jangka panjang dengan gejala minimal dua tahun. Hal tersebut sulit membuat seseorang yang mengalami distimia sulit bahagia—selalu merasakan kekosongan, ingin bunuh diri, merasakan kemarahan tak terkontrol, insomnia, memiliki harga diri rendah, mengalami penurunan kinerja yang biasanya tidak individu sadari, karena cenderung menganggap bahwa distimia hanyalah 'rasa lelah' semata.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 358 kali sebagai shortest
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Dokter lalu menggerakkan alat USG itu naik turun. "Ini mau program apalagi?" ujar bu dokter. "Tapi masih kecil baru dua belas mili meter ukurannya, usianya baru empat Minggu," lanjut sang dokter. Pernyataan Ibu Dokter membuatku dan Mas Adry saling menatap. "Apa mungkin alat itu salah ya? Soalnya kami belum pernah berhubungan," ujarku tak percaya dengan hasil alat USG itu.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai shortest
Baca
+Pustaka
FEMININ

FEMININ

titah Jee dengan perasaan jengkel Femi hanya melongo, ranjang seluas ini dibilang sempit? Apa kabar dengan ranjang dirumahnya, yang 3 kali lebih kecil dari ini. Jee langsung pergi mandi, setelah mandi. Bersiap siap untuk segera berkumpul di ruang makan. Femi hanya menatap Jee, yang saat ini mengenakan celana pendek, dan kaos hitam polos di depan cerminnya sambil sisiran
4.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai shortest
Baca
+Pustaka
Castle

Castle

Dia menghela napas, kesabarannya mungkin saat ini sudah habis. "Lima menit saja." Aku mengibaskan rambutnya yang menghalangi leher dan mencium lehernya. Dia tertawa. "Hentikan!" Aku mengelitik pinggangnya, dan dia tertawa. Kami bergurau. Lalu dia menjauh dan menghentikanku. "Waktumu sudah habis." "Aku menyesal!" Dia tersenyum dan berjalan ke arahku, lalu dia menciumku. Inilah ciuman akhir yang sebenarnya.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai shortest
Baca
+Pustaka
Pernikahan Singkat

Pernikahan Singkat

Dia tidak lupa menyemprotkan parfum andalannya. Hawa menengok jam dinding sudah menunjukkan pukul 10 malam. Ia tampak gusar karena Adam belum juga datang padahal pria itu berjanji akan datang. Hawa keluar dari kamarnya menuju pintu utama rumahnya, melihat keluar di pekarangan depan tak ada mobil Adam disana. Raut wajah kecewa sudah tercipta. Harus berapa lama lagi menunggu Adam?
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai shortest
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status