Sosok Perempuan yang Mengikutiku
Namun, bayangan di cermin tetap ada, dan kali ini mataku tak mampu berpaling.
Aku merasa diriku terhisap semakin dalam ke dalam cermin, seolah ada yang menarikku ke dimensi lain. Bayangan perempuan bersanggul itu kembali muncul, lebih jelas dari sebelumnya, dan kali ini dia tersenyum samar. Di balik senyumnya, ada rasa hampa yang menakutkan.
Suara lirih ibu terngiang di benakku, “Dulu buyutmu bilang, kamu dijagain… tapi dia gak bisa berbuat apa-apa.” Perempuan itu tertawa, membuatku semakin takut.
Hot Chapters