Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Magang di hati CEO tampan

Magang di hati CEO tampan

Alya menegakkan punggung, pura-pura fokus membaca. Keheningan merambat perlahan, tapi tidak mencekam. Ada ketegangan yang lembut—bukan karena takut, tapi karena terlalu sadar akan kehadiran satu sama lain. Suara ketikan Arka berpadu dengan suara lembut halaman buku yang dibalik Alya.
102.3K viewsCompletedAdded to Library 70 Times as silent reading
Read
+Library
Obsesi

Obsesi

Kaizen mengulang kata-katanya "Kubilang, hening." Winter segera menangkap kejanggalan yang dimaksud oleh Kaizen, matanya mengedar ke sekeliling tanpa membuat gerakan ekstra. Kaizen juga melakukan tindakan serupa, bedanya adalah dia secara diam-diam memperlebar jarak antar keduanya.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 141 Times as silent reading
Read
+Library
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

“Guru tidak melihat, Kak Larisa. Guru mendengarkan.” Larisa menatapnya heran. “Mendengarkan?” “Ya. Karena kata bukan untuk dibaca, melainkan untuk didengar dengan rasa,” jawab Nagara. Kalimat demi kalimat muncul di kitab itu, setiap satu baris terasa seperti napas bumi sendiri. Di antara tulisan itu, Larisa bisa membaca beberapa kalimat yang tampak jelas. ‘Lamun manusa leungit rasa, dunya bakal jadi sepi.’
101.5K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as silent reading
Read
+Library
Sang Penguasa Elemental

Sang Penguasa Elemental

Langit di atas Vellatora memucat. Bukan karena malam... tapi karena semua warna perlahan ditarik keluar dari langit. Itulah efek pertama dari Ruang Hening, teknik pribadi Silence Requiem. Arena tidak lagi menyerap suara. Arena kini menghapusnya. Satu per satu, bayangan hitam melayang dari tanah, membentuk garis-garis notasi kosong di udara. Tangga nada... tanpa nada. Simbol... tanpa makna.
102.5K viewsCompletedAdded to Library 84 Times as silent reading
Read
+Library
Tertawan oleh Don Mafia

Tertawan oleh Don Mafia

Hanya ada keheningan. Silas sibuk membaca dan Iris tidak bisa berhenti waspada. Matanya terus memerhatikan gerak-gerik Silas dengan bosan. Mengubah posisi dari duduk, menjadi berbaring atau kembali duduk seperti sebelumnya. Silas sama sekali tidak terusik dengan tingkahnya. Kesunyian itu terasa dingin dan menyesakkan untuk Iris, meski beberapa meter dari posisi mereka, perapian dalam keadaan menyala. Memberi kehangatan yang terasa semu.
105.0K viewsOngoingAdded to Library 171 Times as silent reading
Read
+Library
Kalung Ajaib Pemuda Desa

Kalung Ajaib Pemuda Desa

Ia sudah menyatakan posisinya dan ia konsisten untuk tidak memberikan bantuan aktif dalam hal ini. Percobaan keempat—ia mencoba mengosongkan pikirannya sepenuhnya sebelum membuka, membiarkan kesiapan datang sebelum membuka halaman. Percobaan kelima—ia membaca dengan suara pelan, meski tidak mengerti kata-katanya, dengan harapan bahwa pengucapan memiliki fungsi yang tidak ia pahami. Percobaan keenam—ia kembali ke posisi awal, duduk bersila, kitab di depannya terbuka di halaman pertama, tangan di lutut, mata yang menatap diagram yang tidak bisa ia baca.
935.9K viewsOngoingAdded to Library 754 Times as silent reading
Read
+Library
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

“Kau pikir kau masih membaca, tapi sebenarnya—aku yang sedang membaca dirimu.” Kalimat itu muncul tanpa sumber suara. Layar bergetar, huruf-huruf seakan berdetak mengikuti irama jantung. Setiap kata memantul, menciptakan gema halus yang menyerupai bisikan di telinga pembaca. Naira berdiri di tengah kegelapan yang kini berbentuk seperti ruangan nyata.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as silent reading
Read
+Library
Falling for the Mafia’s Embrace

Falling for the Mafia’s Embrace

Ruangan mendadak terasa sunyi. Bukan sunyi biasa. Tapi sunyi yang berat, seperti seluruh oksigen tiba-tiba memutuskan untuk pergi, meninggalkan mereka berdua dalam ruang hampa. Hanya suara pendingin ruangan yang samar terdengar, berdengung seperti nyamuk di telinga. Tatapan mereka bertemu. Sierra menunggu. Berharap.
101.7K viewsCompletedAdded to Library 57 Times as silent reading
Read
+Library
Kesendirian

Kesendirian

“Ma, sudah dulu ya. An, mau mandi dulu tidak terasa sudah sore saja.” “Ok, An, next time. See you, An.” “See you too, Ma.”
102.3K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as silent reading
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status