ISTRI SIRI TENTARA ALIM
"Terima kasih banyak sudah mau datang ke undangan saya. Kalau nggak ada kamu, mungkin Rey belum tentu bisa kembali."
Evind hanya tersenyum. "Itu sudah jadi tugas kami. Saya cuma menjalankan kewajiban."
Saat itulah Rere menghampiri. Wanita muda, tegas, dengan rambut pendek itu, tersenyum.
"Kenalin, saya Rere," ucapnya sambil menjabat tangan Evind.
"Evind. Dari unit anti-teror. Bukannya kita sekantor ya?"