Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

"Tapi ada hujan, kan? Kita sudah sepakat. Kalau kamu kangen, gambar hujan. Kalau aku kangen, aku bakal kirim rekaman suaranya lewat kurir kapal kalau perlu." Elang mengeluarkan sebuah buku bersampul kain linen berwarna abu-abu dari saku depan tasnya. Sebuah buku yang tampak kontras dengan perlengkapan outdoor-nya yang serba teknis. "Ini buku sketsa baru. Masih kosong. Aku mau kamu isi ini. Jangan cuma gambar gedung atau kopi di kafe. Gambar apa pun yang kamu rasain selama aku nggak ada. Hitam di atas putih dulu nggak apa-apa. Nanti, waktu aku pulang, aku mau lihat buku ini penuh dengan warna."
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai sketsa gambar luffy
Baca
+Pustaka
Bed Friend

Bed Friend

Hanya ia timbun sendiri dalam tumpukan rak bukunya, tanpa pernah memiliki keberanian untuk menunjukkan kepada dunia. Setelah melihat satu persatu gambarnya, Lisa pun akhirnya mengambil kertas gambar dan juga sebuah pensil 2b serta alat-alat menggambar lainnya. Mulailah Lisa membuat sketsa-sketsa kasar yang kemudian dia hiasi dengan warna-warni yang membuatnya makin cantik dan menarik untuk dipandang mata. Sebuah gambar ikan yang sedang menyelam ke dalam dasar laut.
911.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 433 kali sebagai sketsa gambar luffy
Baca
+Pustaka
Sang Peramu Hasrat

Sang Peramu Hasrat

Itu adalah sketsa hitam putih yang sangat detail. Gambar seorang pria yang duduk di atas takhta yang terbuat dari tumpukan botol minuman keras dan tubuh wanita telanjang. Wajah pria itu adalah Bastian Leo. Tapi, Lily menggambarnya dengan distorsi yang mengerikan. Mulut Bastian digambar sangat lebar, seperti sedang memakan segalanya. Matanya digambar sebagai lubang hitam yang menyedot uang. Dan di tangannya, dia memegang sebuah hati manusia yang sedang dia peras seperti jeruk nipis.
792 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai sketsa gambar luffy
Baca
+Pustaka
CEO Manja : Jangan Ganggu Istri Rahasiaku yang Cantik

CEO Manja : Jangan Ganggu Istri Rahasiaku yang Cantik

Wayne balas tersenyum dan berkata, "Susie, aku sudah selesai membuat sketsa. Apa kamu mau melihatnya?” Kemudian, tanpa menunggu jawaban Susan, Wayne menunjukkan sketsanya. Susan melihatnya dan menyadari bahwa Wayne telah membuat sketsa Susan selama ini. Dalam sketsa itu, Susan sedang duduk di bangku, matanya tertuju pada cetak biru di tangannya. Wajah Susan menampilkan konsentrasi yang intens yang memberinya aura dingin dan elegan, yang kemudian diperhalus oleh beberapa kepingan salju yang mendarat di pundaknya.
9.6730.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19.7K kali sebagai sketsa gambar luffy
Tampilkan Ulasan (97)
Baca
+Pustaka
Sun Shine
Revin salah paham hingga tega menyakiti Lisa. Kisah rumah tangga yang penuh haru biru, yang membuatmu berpikir, apa itu cinta sejati? Mari baca novel keduaku ini, yang berjudul, Terlambat Mencintai Lisa. Jangan lupa siapkan tisu. ʕ´• ᴥ•̥`ʔ
Kiboom
Buku pertama di Gnovel yang saya baca sampai akhir karena selain babnya yang tidak sepanjang buku lain, ceritanya juga keren. bacanya nano nano. diawal banyak adegan manis dan mendekati ending , cukup menguras emosi juga.... terimakasih author ...️
Baca Semua Ulasan
MY SWEET(no) BRIDE

MY SWEET(no) BRIDE

Dafa kembali duduk ke kursinya. Dimulai dari bangku sebelah kanan paling depan. Mereka maju satu per satu dan mendapat anggukan dari Dafa. Kini giliran Putri. Dia berjalan sambil menggigit bibir bawahnya. Putri meletakkan gambarannya pada meja Dafa. Dafa mendonggak sambil memberika satu wink pada Putri membuat Putri geli dan segera pergi. Semua hasil sudah terkumpul. Dafa berdiri dengan satu buku gambar di tangannya. "Kalian penasaran gak sama sketsa saya?" Dafa bertanya dengan suara bangganya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai sketsa gambar luffy
Baca
+Pustaka
Suami Idaman

Suami Idaman

Elvano langsung menoleh, menutup laptopnya begitu mendengar nada suara Aya yang tidak biasa. Aya menyodorkan kertas yang dia bawa. “Aku bikin ini tadi siang…” Elvano menerimanya, membuka perlahan. Di dalamnya ada... gambar. Sketsa tangan. Canggung, tidak terlalu bagus, tapi jelas menggambarkan dua sosok: seorang perempuan dengan tangan terlipat di dada dan ekspresi galak, berdiri di sebelah pria dengan senyum lebar, memegang bunga matahari.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai sketsa gambar luffy
Baca
+Pustaka
Padang : Lantai Pertama

Padang : Lantai Pertama

Lukisannya tidak lebih baik dari buatan keponakan-keponakannya yang bahkan belum masuk sekolah dasar. Garis-garis pada gambarnya cukup sederhana dan kebanyakan dari mereka berupa gambar manusia yang memegang peralatan berburu serta gambar berbagai spesies hewan. Namun, selebihnya, dia tidak tahu apa itu. “Hoh!, Ini gambar seekor kambing? Tapi bukankah ini terlalu besar?” kata Sahya sambil menunjuk ke sebuah gambar.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai sketsa gambar luffy
Baca
+Pustaka
Rahasia Malam Itu

Rahasia Malam Itu

Lalu perlahan, bocah itu bangkit… berjalan mendekat… Dan dengan cekatan ia mengambil sesuatu dari meja kecilnya. Terlihat sebuah gambar. Yang dilukis menggunakan kertas HVS kumal dengan tiga figur stickman besar—yang tengah perempuan dengan rambut panjang (jelas Anetta), yang kecil adalah Dion, dan yang terakhir… laki-laki tinggi dengan rambut hitam, plus bermata amber. Deg! Dan gambar itu sukses membuat hati Anthony berdetak lebih cepat dari seharusnya.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai sketsa gambar luffy
Baca
+Pustaka
Lelaki Penakluk Nona Muda

Lelaki Penakluk Nona Muda

Matanya menyipit mengatur posisi, tepat sebelum melemparkan anak panah di tangannya. “Rasanya ada yang kurang ….” Amisha menurunkan tangannya yang sudah siap melepas anak panah. Ia menelengkan kepala, menatap papan sasaran. Buru-buru ia berjalan kembali menuju filling cabinet. Ditariknya laci kedua, dikeluarkannya sehelai kertas dan pensil dari sana. Dengan gerakan lincah, jemari lentik Amisha mulai menggoreskan sketsa wajah Dede. Tidak butuh waktu lama bagi Amisha untuk menyelesaikan sketsa itu. Melihat hasil lukisannya, Amisha tersenyum puas, dengan sebelah sudut bibir terangkat ke atas. Keahlian menggambarnya memang tidak diragukan lagi.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai sketsa gambar luffy
Baca
+Pustaka
Sabtu Malam Lisa

Sabtu Malam Lisa

Meskipun Lisa sendiri bukan orang yang terlalu mempercayai tahayul, berhati-hati sedikit tidak akan bikin rugi, bukan? Lisa mengambil buku catatan yang terletak di samping papan. Ia membuka-buka catatan itu, melompati beberapa halaman sekaligus. Buku itu dipenuhi tulisan tangan yang buruk, yang membuat Lisa langsung kehilangan niat untuk mengetahui cerita yang disampaikan tulisan itu. Selain tulisan tangan yang jelek, buku itu juga berisi beberapa sketsa. Kebanyakan sangat kasar dan sulit dipahami bentuknya, tapi ada juga beberapa yang halus dan cukup mudah dimengerti. Lisa tidak begitu terkesan, karena ia sendiri bisa membuat goresan yang lebih baik, tapi di antara sektsa-sketsa itu, ada sa
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai sketsa gambar luffy
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status