Balada Cinta ShaBar
Biar pun langitnya ngga biru dan awannya ngga cemerlang, tapi melihat seluruh kota ada di bawah kaki, rasanya kaya bener-bener jadi penguasa.
Ini yang diliat Akbar tiap hari. Sepi, sunyi, sendiri, tapi semua ada di bawah kaki. Gedung-gedung kaya building block yang bisa dipindah ke mana aja. Orang-orang bahkan terlalu kecil untuk bisa diliat dengan jelas.
"Assalamu'alaikum, Mbak." Mas Arta masuk bawa satu bundel kertas. "Ini draft peraturan cuti yang baru, tolong ditandatangani," katanya mengangsurkan bundel itu ke atas meja.
Hot Chapters