Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Merebut kembali Cinta Istriku

Merebut kembali Cinta Istriku

Diantara pergolakan bathin dan pikirannya, Wanita itu kekeuh melanjutkan apa yang ia inginkan demi menjawab rasa penasarannya. Hujan turun semakin deras di luar, di tambah gemuruh guntur dan kilat yang tiba-tiba datang. Wanita itu larut membaca pada kalimat-kalimat yang tertulis rapi tanpa ketikan itu. Yah, susunan kalimat yang tertulis tangan itu, membuat pikiran Jasmine seperti hanyut pada kalimat-kalimat tersebut. Ia merasa seolah-olah dirinya lah yang menulis semua keluh kesah itu.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai suara hujan dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Penyesalan CEO: Mantan Istri Melahirkan Pewaris Rahasia

Penyesalan CEO: Mantan Istri Melahirkan Pewaris Rahasia

“Apa sih yang kamu tulis?” Pertanyaan itu menggantung, mengisi kabin mobil yang temaram. Hujan baru saja reda, meninggalkan tetes air di kaca depan, bergulir pelan seperti menandai detik-detik yang tak pasti. Raka menatap lurus ke depan, wajahnya kaku. Lama sekali sebelum akhirnya ia bersuara. “Aku nulis, ‘ayo kita jujur satu sama lain’.”
10139.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai suara hujan dalam tulisan
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Dinlea
novel ini bagus ceritanya.. cm terkadang ada rasa utk menskip krn bahasa yg digunakan terlalu bagus.. shg aku yg kurang pandai ini lebih suka bahasa yg langsung tp the poin dari cerita. tanpa perumpamaan.. maaf y Thor mksh
Baca Semua Ulasan
Saat Kau Ambil Suamiku, CEO Itu Jadi Milikku

Saat Kau Ambil Suamiku, CEO Itu Jadi Milikku

“Kalau begitu, kita tulis aja lagunya. Biar nggak hilang.” Surya langsung menegakkan badan. “Tulis? Lagu hujan?” “Ya,” jawab Alvaro. “Kita tulis kata-katanya. Terjemahin bahasa hujan.” Sejak hari itu, lahirlah kebiasaan baru di rumah kami: menerjemahkan bahasa hujan. Setiap kali langit mulai menitik, kami bertiga duduk di dekat jendela, dengan buku catatan dan pensil warna. Surya mendiktekan kalimat-kalimat kecil, aku menuliskannya dengan huruf hati-hati, dan Alvaro menggambar di pinggir halaman—kadang awan, kadang daun, kadang hanya garis-garis acak yang entah kenapa terasa pas.
10879 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai suara hujan dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua

Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua

Sekar akan membawa bekal kecil — roti isi atau kimbap buatan sendiri — dan Arya akan membawa kamera. “Kenapa kamu suka motret hujan?” tanya Sekar suatu sore. “Karena di balik setiap hujan, selalu ada seseorang yang menunggu terang,” jawab Arya. “Dan kamu?” lanjutnya. “Kenapa suka menulis?” “Karena lewat tulisan, aku bisa menyimpan perasaan yang tidak sempat kukatakan.” Sejak saat itu, setiap hujan turun, mereka tahu — tanpa janji, tanpa pesan — bahwa mereka akan bertemu.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai suara hujan dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Bos Sadis

Terjebak Cinta Bos Sadis

Ia hadir dan bertahan. Sebelum tidur, aku menulis di buku catatan. Aku menulis tentang hari yang tidak spektakuler. Tentang hujan. Tentang mendengar tanpa menghakimi. Tentang bagaimana keheningan tidak lagi menakutkan. Aku menulis satu kalimat yang kututup dengan garis tipis: Ketika aku berhenti bersuara, aku mulai memahami.
10892 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai suara hujan dalam tulisan
Baca
+Pustaka
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

Padahal pagi tadi dibersihkan. Rintik demi rintik turun berlahan. Suaranya mulai membuat hati nyaman. Kalau sudah begini, ada inspirasi dalam menuliskan puisi tentang cinta. HUJAN DAN DIA Melalui rintik hujan Ada sesuatu dalam pikiran Mengenang kisah tak terlupakan Telah terukir dalam ingatan Kita yang dahulu selalu ada Kini sirna bahkan tiada
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai suara hujan dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Rain

Rain

Ucap Tania dengan senyum dan itu membuat Rain malu karena dia makan berantakan Dan setelah selesai makan dan hari sudah larut malam, Tania mengambil piring tersebut untuk menaruhnya di dapur dan berpamitan untuk tidur malam, dan Rain pun mengizinkan dan Tania pun keluar dari kamar Rain, sementara Rain kembali menatap purnama yang akan menghilang dan akan di gantikan oleh rintik hujan yang deras, dan benar saja tidak lama kemudian hujan deras pun turun dan membasahi semua yang ada di bawahnya dn membuat kaca besar itu ber embun dan hujan tersebut menyebaban udara yang sejuk tadi menjadi dingin sekali dan seketika dia berlari ke lemari baju dan mengambil jaket yang tebal lalu memakainya dan se
9.129.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 777 kali sebagai suara hujan dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Rain do for you

Rain do for you

Meskipun begitu, mereka selalu menjadi incaran para pria. "Hujan!" gumamnya sambil memandang rintik air yang berjatuhan. Ia tersenyum sinis seraya mendengus pelan. Dia merapatkan jubah tidurnya, merasakan dinginnya hujan yang menerjang badan. Terra benci hujan, ia tidak suka. Hujan membuatnya selalu teringat pada sesuatu yang sangat menyakitkan baginya. Dor!
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai suara hujan dalam tulisan
Baca
+Pustaka
MENARI BERSAMA HUJAN

MENARI BERSAMA HUJAN

ucap Al dalam hatinya ***"********** Bantu like vote komentar dan hadiahnya temen temen Dukungan Kalian akan membantu author lebih semangat untuk update dan memperbaiki tulisan Author
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai suara hujan dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Kasih Abadi

Kasih Abadi

Kata Senja pelan yang dibalas Sedia dengan cengengesan. Petikan gitar pun mulai mengalun dan kasih mulai membacakan puisinya. Sore hari ini hujan kembali mengunjungi bumi Heran bahkan sudah jatuh berkali kali namun masih saja kembali Untuk sore ini ku harap hujan tinggal sedikit lebih lama Entah kenapa namun aku suka Yah tapi jangan terlalu lama, nanti penduduk bumi murka Oiya hujan kamu tahu tidak tuan diseberang sana?
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai suara hujan dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status