Di Ambang Gila
tanya Ares, menyaksikannya dari pintu, secangkir kopi di tangan.
"Sebuah pernyataan," jawab Elara, jari-jemarinya sudah menari di atas keyboard. "Bukan sebuah pembelaan. Sebuah deklarasi."
Dia tidak menulis untuk membantah makalah Venn. Dia menulis tentang pengalamannya sendiri. Tentang bagaimana ketakutan akan keintiman justru membawanya pada penemuan terbesarnya: bahwa objektivitas total adalah sebuah ilusi, dan bahwa mengakui subjektivitas seseorang bukanlah sebuah kelemahan, tetapi sebuah kekuatan yang memungkinkan empati dan pemahaman yang lebih dalam. Dia menulis tentang Ares, bukan sebagai sebuah "subjek", tetapi sebagai seorang kolaborator, seorang partner yang mengajarinya bahwa dat
Hot Chapters