SUJUD TERAKHIR EMAK
suara Rini agak serak, “jadi kamu sekarang kerja apa sebenarnya? Aku nggak paham. Kamu resign dari perusahaan, tapi bisa hidup semewah ini?”
Gita menyandarkan tubuhnya ke kursi, menyilangkan kaki dengan anggun. Bibirnya melengkung, tatapannya penuh percaya diri.
“Kerja kantoran itu buat orang yang mau terikat, Rin. Buat orang yang rela digaji tetap, meskipun capeknya luar biasa. Aku sudah lewat masa itu. Aku sekarang… lebih bebas.”
Rini semakin bingung. “Bebas gimana?”