TEMAN WANITA AYAHKU
Senyumnya melengkung samar, bukan senyum bahagia, melainkan kepuasan yang dingin.
“Bukan permainan. Lebih tepatnya, aku bersabar. Aku menunggu. Dan lihat, akhirnya kita ada di sini. Hanya aku dan kamu, tanpa siapa pun.”
“Kamu nyalahin aku karena hidupmu yang gagal, ya? Kamu yang bodoh, Tiara. Kamu yang menyerahkan segalanya demi seorang pria yang bahkan nggak pernah benar-benar cinta sama kamu. Dan sekarang kamu lempar semua rasa benci itu ke aku?”