Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjerat Oleh Sentuhannya

Terjerat Oleh Sentuhannya

Brakk Tiba-tiba Kenzi menghamburkan barang barang yang ada di atas meja, Max yang masih berdiri pun terlonjak kaget. "Wanita sialan…awas kamu ya, akan aku buktikan kalau aku normal." Teriak Kenzi sambil melemparkan barang yang ada di hadapannya. Saat Kenzi ingin melempar vas bunga, Kenzi baru tersadar bahwa ada Max di depannya. Syukur Kenzi cepat sadar kalau tidak mungkin vas bunga itu sudah melayang di kepala Max. "Tu-tuan…" ucap Max dengan berusaha tenang padahal jantungnya sudah mau copot membayangkan vas bunga yang terbuat dari besi itu mengenai kepalanya.
102.8K viewsCompletedAdded to Library 76 Times as terjerembab
Read
+Library
Jagat Lelembut

Jagat Lelembut

ucap Jaka. Jaka menghampiri pohon itu dan berteduh dari terik sinar matahari. Sambil memainkan smartphonenya, Jaka dikejutkan oleh Lestari yang tiba-tiba muncul dan menepuk bahu Jaka. Akhirnya mereka berbincang bersama. Lestari bercerita dulu kakaknya juga kuliah disini, namanya Mentari. Lestari menunjukan foto mereka berdua, Jaka terkejut bahwa rupa mereka sangatlah mirip. Seperti anak kembar, tapi Lestari bilang bahwa mereka beda 3 tahun.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as terjerembab
Read
+Library
Curug Kembar Pintu Gerbang Dunia Lain

Curug Kembar Pintu Gerbang Dunia Lain

Arga menunduk, matanya memerah. > “aku ngerti. Tapi sekarang... kamu bagian dari kuncinya.” --- Di saat yang sama, di rumah Pak Lebe… Pak Lebe sedang memandangi peta desa tua. Di bagian pinggir peta, ada lingkaran kecil bertuliskan: Curug Kembar - Jalur Tertutup, Jangan Dibuka. Ia mencoret lingkaran itu dengan tinta merah, lalu menambahkan catatan kecil:
1.4K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as terjerembab
Read
+Library
Tuan Muda

Tuan Muda

Tuan Muda Bab19 "Bawa kedua orang tua lemah ini kembali ke rumah mereka. Dan mayat kedua benalu ini, buang ke aliran sungai di jembatan Predator!" titah Jhon Mose pada anak buahnya. Don Lee melepaskan Jeremy yang masih nampak syok. Lelaki itu bergegas berlari menghambur ke tubuh kaki Esmeralda. Jeremy terisak, disusul Amelia dan James Wade.
8.6504.7K viewsCompletedAdded to Library 18.7K Times as terjerembab
Show Reviews (111)
Read
+Library
Chaken Israel Tatipikalawan
sangat seru ceritanya tapi kenap tidak berlanjut dan harus bersambung..kenao certia lain bisa ditulis dangan bab yang lengkap..ayo semangat biar bisa lanjut cerita ini..ceritanya sangat bagus dan dan lebih baik dari cerita yang sudah saya baca di good novel ini...saya mohon untuk bisa berlanjut lagi
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> 969 Dunia Terkejut
1014.2K viewsOngoingAdded to Library 327 Times as terjerembab
Read
+Library
Para Pendekar dari Sungai Kembar

Para Pendekar dari Sungai Kembar

Borise membuka gulungan itu. Di dalamnya tersusun rapi puluhan jarum perak dengan berbagai ukuran. Jarum-jarum itu sangat tipis, tetapi tampak kokoh. “Ini untukmu.” Zhushu terdiam. Borise menjelaskan, “Aku membuatnya dari mineral perak yang kita temukan di Gunung Sungai Kembar.” Ia menunjuk beberapa jarum. “Jarum akupunktur dan alat totok. Sangat lentur, tetapi tidak mudah patah.”
276 viewsOngoingAdded to Library 5 Times as terjerembab
Read
+Library
Mati Kembar

Mati Kembar

Nenek Iah mengusap bahuku lalu memelukku dengan hangat. “Dinda setuju, Nek. Lagian yang penglihatan Dinda yang pertama itu tidak terlalu berbahaya kok, Dinda yakin bisa mengatasinya,” jawabku meyakinkan Nenek Idah dengan jawabanku. Setelah petemuanku dengan Nenek Idah, aku merasa lega. Selama masa nifas, Nadia menemaniku dan membantu merawak bayi kembarku. Aku dan suami member nama si kembar Andin dan Andita, dan itu namayang sangat indah untu buah cinta kami. Sesaat setelah menidurkan putrid kembarku tiba-tiba aku melihat sosok aneh sedang menatap ke dua putriku dengan tangan yang berkuku runcing dan panjang mencengkram kuar ranjang bayi. Astaga! Apa yang harus aku lakukan? Bersambung
105.9K viewsOngoingAdded to Library 148 Times as terjerembab
Read
+Library
Kembalinya Gadis Terbuang

Kembalinya Gadis Terbuang

"Kita akan cepat. Hanya perlu lihat progress di area tebing utama. Tim geolog sudah memastikan lokasinya aman." Sesampainya di lokasi proyek, pemandangan memang memukau. Resort yang masih dalam pembangunan itu berdiri tegak di tepi tebing, menghadap lembah hijau yang luas. Namun, Liana tidak bisa menikmatinya. Perasaan tidak enaknya semakin menjadi. Dia memperhatikan tanah di sekitar area konstruksi—terlalu gembur, dan ada retakan-retakan kecil yang tidak diperhatikan oleh para pekerja.
611 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as terjerembab
Read
+Library
Dendam Membara Tuan Muda Yang Terbuang

Dendam Membara Tuan Muda Yang Terbuang

Bagian depan rumah juga sangat sejuk dengan pohon rambutan, lengkeng, jeruk dan mangga Di dekat teras juga terdapat buah anggur Brazil dan juga berbagai macam bunga yang cantik. Salah satu bunga yang menarik perhatian Ayna adalah bunga wijaya kusuma yang masih kuncup. “Silakan duduk, Nak,” kata Marni mempersilakan Ayna duduk di sofa sederhana di ruang tamu. “Terima kasih, Ma,” kata Ayna merasa nyaman dengan perhatian yang diberikan Marni padanya.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as terjerembab
Read
+Library
Terjebak Jurang Penyesalan

Terjebak Jurang Penyesalan

Shella tiba-tiba menjerit dan jatuh ke lantai sambil memegangi kakinya. Aku terkejut dan membuang air di tanganku, lalu menatapnya dengan cemas, "Ada apa?" "Kakiku kram. Ayah Kina, bisakah kamu bantu memijatnya?" Dia menatapku dengan polos. Ini kesempatan bagus untuk bisa mendekatinya. Aku tidak menolak, tanganku yang besar menyentuh betisnya dan mulai meremasnya. Kulitnya begitu halus dan lembut sehingga aku tidak berani mengerahkan tenaga karena takut melukainya.
4.8K viewsCompletedAdded to Library 181 Times as terjerembab
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status