Tetanggaku Luar Biasa
Entah apa yang membuat A Reyhan begitu menggilai wanita berdarah jawa asli itu.
Mbak Ajeng dan A Reyhan menikah, tak lama setelah aku menikah dengan ayahnya Alif. Aku tidak ikut mengantar A Reyhan seserahan, karena sedang hamil. Lagian, rumah Mbak Ajeng sangat jauh, sekitar tiga jam dari rumah A Reyhan. Itu yang kudengar dari beberapa tetangga yang ikut ke sana. Untung, aku tidak ikut. Kalau ikut, pasti merasa sangat bosan.
"Heran sama Reyhan. Nikah kok, jauh-jauh amat sama orang Cilacap. Kayak di sini nggak ada perempuan aja," gerutu salah satu kerabat yang ikut mengantar ke sana.