Kultivator Inti Semesta
Senyum Xiao Jian melebar, bukan tawa lebar yang penuh kepuasan, melainkan garis tipis yang menyiratkan ancaman. Senyum itu tampak biasa, namun bagi siapa pun yang melihat, ada perasaan seolah pisau dingin menempel di leher. Senyum itu bukan sekadar ekspresi wajah, melainkan ketegasan tak kasatmata yang membuat udara seolah ikut membeku. Kata-kata yang keluar dari bibirnya tidak tinggi, tidak keras, justru sangat kalem. Namun di situlah letak teror sejati, karena di balik kelembutan yang nyaris santai itu tersembunyi vonis yang tidak bisa ditolak.
Hot Chapters