Penyesalanku
Uma mengangguk pelan sambilmengulas senyumnya, membuat hatiku lega.
* * * * *
"Kalian benar-benar berhati mulia, setelah kejadian itu kupikir kalian membenciku. Tapi ternyata kalian bersedia memafkan orang tak tahu diri seperti aku," ucapku setelah mendengar secara langsung dari bibir Uma dan Prabu, kalau mereka sudah lama memaafkanku.
"Selama ini saya dihantui rasa bersalah, hidupku tidak tenang, selalu kepikiran kalian. Tapi kalau sudah begini, hati saya merasa laga," lanjutku lagi.
Bab Populer