Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penyesalanku

Penyesalanku

Uma mengangguk pelan sambilmengulas senyumnya, membuat hatiku lega. * * * * * "Kalian benar-benar berhati mulia, setelah kejadian itu kupikir kalian membenciku. Tapi ternyata kalian bersedia memafkan orang tak tahu diri seperti aku," ucapku setelah mendengar secara langsung dari bibir Uma dan Prabu, kalau mereka sudah lama memaafkanku. "Selama ini saya dihantui rasa bersalah, hidupku tidak tenang, selalu kepikiran kalian. Tapi kalau sudah begini, hati saya merasa laga," lanjutku lagi.
1023.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 811 kali sebagai thanks to myself
Baca
+Pustaka
Manipulasi Hati CEO

Manipulasi Hati CEO

Aku salah bicara. ​"Bukan gitu, saya cuman enggak mau merepotkan Bapak, apalagi sampai bikin Bapak khawatir." Mulutku memang yang terbaik. Aku bangga pada diriku sendiri. ​"Saya tidak merasa direpotkan. Sesekali pikirkan dirimu sendiri, jangan pikirkan orang lain!" Maaf Pak Raka, saya sudah melakukan itu beberapa kali because I love myself. "Maafkan saya, Pak."
551 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai thanks to myself
Baca
+Pustaka
Digerebek Saat Lagi Mendesah

Digerebek Saat Lagi Mendesah

Terimakasih 🙏 ********************************
1042.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai thanks to myself
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

Next? Terimakasih 🙏
9.949.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai thanks to myself
Baca
+Pustaka
Thanks For My Happy Ending

Thanks For My Happy Ending

Mereka sedang berjalan kaki didalam gang sempit, terlihat sedikit gelap karena kurang pencahayaan. Bintang sejak tadi merasa bersalah dan membuatnya salah tingkah, sesekali dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Gak pa pa, gue ngerti kok", Olin menghela nafas, dan melirik Bintang. "Gue juga minta maaf, karena gue loe jadi kena pukul sama kakak loe", Lanjut Olin. "Hahaha.. gak masalah udah biasa", Bintang tertawa renyah.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai thanks to myself
Baca
+Pustaka
Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku

Ia menatap ke arah lantai dua rumahnya. "Kenapa aku terus-terusan gelisah seperti ini? apa karena aku dan wanita tadi itu bertengkar? apa aku terlalu menekannya? Perlukah aku meminta maaf?" batin Raymond dengan pemikirannya yang penuh. Ia lantas menggelengkan kepalanya dengan cepat, seperti mengusir jauh kegundahan hatinya.
5.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai thanks to myself
Baca
+Pustaka
YOU COMPLETED ME

YOU COMPLETED ME

Malik tersenyum tenang. “Untuk waktu itu aku benar-benar tidak sengaja. Mereka mendorongku. Jadi aku berterima kasih karena hari ini kamu memberiku kesempatan untuk meminta maaf atas apa yang terjadi bertahun lalu itu,” jawab malik datar. “Aku sudah melupakannya!” ujar Isha ketus. “Terima kasih, Sha.” Malik menjawab penuh rasa syukur karena akhirnya dia bisa meminta maaf atas kesalahpahaman mereka dulu secara langsung kali ini.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai thanks to myself
Baca
+Pustaka
You're MINE

You're MINE

Kedua tanganku kini berada di sisi kanan dan kiri tubuh Nara, menopang tubuhku yang lebih besar darinya agar tidak membebaninya. "Sudah tidak apa-apa, Sayang. Kau tidak perlu merasa bersalah." Kedua tangan Nara perlahan terangkat, membelai rahangku begitu mesra. Aku memejamkan mata menikmatinya. "Justru akulah yang seharusnya meminta maaf, aku sendiri yang merahasiakan semua itu darimu. Dan mungkin karma, pada akhirnya aku—"
8.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai thanks to myself
Baca
+Pustaka
Help Me

Help Me

Walau pada akhirnya mereka dapat menerima musibah yang menimpa putrinya dengan lapang dada. Dua minggu telah berlalu, kini Violence diperbolehkan untuk melakukan rawat jalan. Lagi pula, selama Violence berada di batas antara hidup dan mati, perlahan patah tulang dan luka-luka yang ia alami pulih cukup baik. Sebab, waktu setengah tahun bukanlah waktu yang cepat. "Aku sudah berusia dua puluh tiga tahun?" tanya Violence tak percaya ketika membalik lembar demi lembar sebuah buku saku yang berisikan indentitas serta gambar dirinya ketika menempuh pendidikan dasar.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai thanks to myself
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status