Seribu Pintu Sindukala
“Kamu mau makan puding juga, Re?”
Neneknya jelas ingin mengalihkan topik pembicaraan, tapi Raesaka tidak menuduhnya langsung. Sambil tersenyum, ia mengangguk. Setelah menaruh puding dan sendok di depan Raesaka, neneknya pergi ke luar dapur, kemudian kembali lagi selang tiga menit. Neneknya memperlihatkan surat kematian Sindukala. Pada surat itu tertulis nama Rahinakala Sindu (nama ayahnya yang sebenarnya—Rahinakala Sindu? Itu dia! Kenapa kamu bisa lupa, Re?) Sepintas, suratnya tampak meyakinkan sekali, namun setelah dicermati lagi, Raesaka tahu bahwa itu palsu. Ia juga tahu, tujuan neneknya menunjukkan surat ini, supaya Raesaka tidak banyak omong, dan berhenti bertanya-tanya.
인기 회차