ห้องสมุด
กรองโดย
กำลังอัปเดตสถานะ
ทั้งหมดยังไม่จบจบแล้ว
จำแนกโดย
ทั้งหมดเป็นที่นิยมที่แนะนำคะแนนการอัปเดต
TANGISAN DIBALIK JERUJI BESI

TANGISAN DIBALIK JERUJI BESI

tanya Rudi sambil melepaskan mantel. "Azizah. Aku memintanya untuk membelikan penyedap, tapi sampai sekarang dia belum kembali. Aku takut, Mas, " kata Dina. Kilat menyambar, disertai dentuman petir yang menggelegar memecahkan keheningan. Mbak Dina segera berlari masuk ke dalam rumah, memeluk erat putranya yang menangis ketakutan.
101.5K viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 38 ครั้งในชื่อ tirani dan benteng: dua kumpulan puisi
อ่าน
+ห้องสมุด
Renjana dan Nestapa

Renjana dan Nestapa

tanya Riana seraya membuang asap dari mulut. “Nggak apa-apa, Teh. Cuma aku ngerasa bingung aja. Aku kira semua orang di sini kayak Teteh dan Mawar yang menganggap satu sama lain sebagai keluarga, bukan saingan.” Santi menengadahkan kepala ke langit-langit yang berkerlap-kelip. Kerinduan terhadap keseharian di kampung pun membumbung dalam pikiran.
2.1K viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 56 ครั้งในชื่อ tirani dan benteng: dua kumpulan puisi
อ่าน
+ห้องสมุด
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

“Emangnya kenapa?” “Nggak apa-apa, rencananya pengen ke sana sih. Kebetulan ada temen sekelas aku yang seregu sama Aria.” Ucap Bentara, “Katanya di sana lereng gunung, pengen deh sekalian nanjak.” Lanjutnya. “Boleh juga tuh.” Ucap Lara, “Emang kamu suka mendaki?” Lanjutnya bertanya. “Ya mau nggak suka gimana kalau rumah aku itu di pinggir gunung.” Jawab Bentara, “Tapi ya cuma gunung-gunung kecil di belakang rumah kok.” Lanjutnya
3.6K viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 107 ครั้งในชื่อ tirani dan benteng: dua kumpulan puisi
อ่าน
+ห้องสมุด
PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

Pilar-pilar batu hitam menopang struktur utama, dan lantainya terbuat dari lempengan kristal gelap yang memantulkan langit seperti cermin rusak. Menara-menara runcing berdiri, sebagian hilang dalam kabut ilusi yang belum sepenuhnya runtuh. Wu Teng memandangi benteng itu tanpa berkedip. Benteng kuno yang melayang di langit. Bukan simbol kekuasaan. Tetapi sarang. “Dia ada di sana,” gumam Ling’er hampir tanpa sadar. Wu Teng meliriknya. Lelaki bertubuh kekar itu bisa mendengar getaran tipis dalam suaranya—bukan ketakutan, melainkan kenangan.
101.7K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 53 ครั้งในชื่อ tirani dan benteng: dua kumpulan puisi
อ่าน
+ห้องสมุด
Istri Tawanan Tuan Tiran

Istri Tawanan Tuan Tiran

Dan seringkali dia mempertanyakan hal-hal yang tidak masuk akal. "Jadi mana ada pikiran kalo ini bakal bahaya. Namanya juga vitamin." Allesa menyandarkan tubuhnya. "Vitamin apaan sih? Ya emang sih jadi vitamin buat orang-orang yang nggak mau punya anak. Lagian gue pikir lo mau punya anak sama Algazka." Taniya tertawa kecil sambil menyeruput minumannya. Ucapannya berhasil membuat Allesa bangkit dari sandarannya. Berusaha mendengar apa yang Taniya utarakan lagi. Diamatinya Taniya yang sudah menyeruput minumannya.
102.9K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 91 ครั้งในชื่อ tirani dan benteng: dua kumpulan puisi
อ่าน
+ห้องสมุด
Kesatria Garuda

Kesatria Garuda

Ujian Kekuatan – Tarian Api dan Bayangan Mentari senja masih menorehkan warna jingga di langit, namun di bawahnya, pertempuran telah dimulai. Benteng Raja Kegelapan, sebuah menara hitam yang menjulang tinggi di tengah reruntuhan Kota Cahaya, menjadi saksi bisu dari serangan pertama Ardian, Sita, dan Garuda Sejati. Serangan yang tak hanya dahsyat, tetapi juga menandai awal dari perang besar yang akan menentukan nasib dunia.
2.1K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 63 ครั้งในชื่อ tirani dan benteng: dua kumpulan puisi
อ่าน
+ห้องสมุด
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Tak ada yang bicara soal benteng. Yang mereka lakukan adalah… duduk bersama, menyalakan api kecil, dan menulis satu kalimat baru, yang ditaruh di tengah lingkaran: "Jika kau datang dengan rasa takut, kami tak akan menambahnya. Jika kau datang dengan marah, kami tak akan membalas. Tapi jika kau datang untuk menghancurkan— kau akan tahu bahwa yang tumbuh perlahan…
101.9K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 38 ครั้งในชื่อ tirani dan benteng: dua kumpulan puisi
อ่าน
+ห้องสมุด
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Di dalam pendopo kecil, Raka menempelkan dua syair di tiang kayu: “Jangan kau tanya dari mana aku datang, tanyalah untuk siapa aku berjalan.” Dan satu lagi: “Tanah yang disiram peluh rakyat, akan tumbuh jadi kota yang bermartabat.” Tuan Karel datang malam harinya. Ia membaca kedua syair itu tanpa berkata apa-apa, hanya menepuk bahu Raka. “Syair seperti ini tak sekadar hiasan dinding. Ini seperti bendera dalam perang: kecil, tapi bisa membawa ribuan maju.”
1012.5K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 474 ครั้งในชื่อ tirani dan benteng: dua kumpulan puisi
อ่าน
+ห้องสมุด
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

Setelah beberapa saat, dia bertepuk tangan dengan keras sambil memuji, "Puisi yang bagus. Sungguh indah, luar biasa." "Tentu saja." Arjuna tersenyum. Puisi itu adalah mahakarya seorang penulis, ahli filsafat dan penyair kuno zaman Dinasti Ratungga, Sapardi. Bagaimana mungkin tidak luar biasa? "Ribuan gunung tak ada burung, ratusan jalan jejak manusia pun sirna ...." Pria tua itu masih menggumamkan puisi Arjuna. "Puisi yang sangat indah, apa judul ...." Ketika lelaki tua itu tersadar dan ingin bertanya kepada Arjuna tentang judul puisi itu, Arjuna sudah pergi.
9.3430.6K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 9.9K ครั้งในชื่อ tirani dan benteng: dua kumpulan puisi
อ่านรีวิว (65)
อ่าน
+ห้องสมุด
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
อ่านรีวิวทั้งหมด
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Ternyata di sana ada dua manusia yang terhenti langkahnya karena memandang bangunan di lereng Bukit Garinda. Mereka adalah seorang lelaki agak pendek dan sedikit gemuk, bersama seorang perempuan berlilit selendang putih di bagian pinggangnya, menyandang pedang di punggungnya. Mereka adalah Pujangga Kramat dan Selendang Maut. Rupanya mereka sibuk mengamat-amati bagian pintu gerbang benteng itu, sampai tak menyadari ada sesosok tubuh bertahi lalat di sudut dagunya diam mengawasi di atas kepala mereka. "Aku yakin Baraka ada di dalam benteng itu, Paman Pujangga Kramat," Kata Selendang Maut menirukan panggilan Baraka terhadap Pujangga Kramat.
1030.7K viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 705 ครั้งในชื่อ tirani dan benteng: dua kumpulan puisi
อ่าน
+ห้องสมุด
ก่อนหน้า
12345
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status