Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Penguasa

Sang Penguasa

Di belakangnya, Arlen mengangguk pada Darian dan sisanya. “Kita tidak punya waktu banyak,” Iris berbisik. “Penjaga patroli berikutnya akan kembali dalam lima menit. Masuklah dengan tenang. Jika mereka melihat kita, semuanya akan berakhir.” Satu per satu, mereka menyelinap ke dalam, bergerak dengan senyap melintasi lorong sempit. Benteng ini tidak seperti benteng kerajaan pada umumnya. Ini adalah benteng perang—dibangun bukan untuk keanggunan, tetapi untuk fungsi, dengan dinding tebal dan ruang-ruang tersembunyi untuk penyergapan. Begitu mereka tiba di ruang penyimpanan utama, Arlen menghentikan langkahnya dan menatap Iris.
101.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 53 Beses bilang tirani dan benteng: dua kumpulan puisi
Read
+Library
TANGISAN DIBALIK JERUJI BESI

TANGISAN DIBALIK JERUJI BESI

tanya Rudi sambil melepaskan mantel. "Azizah. Aku memintanya untuk membelikan penyedap, tapi sampai sekarang dia belum kembali. Aku takut, Mas, " kata Dina. Kilat menyambar, disertai dentuman petir yang menggelegar memecahkan keheningan. Mbak Dina segera berlari masuk ke dalam rumah, memeluk erat putranya yang menangis ketakutan.
101.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 37 Beses bilang tirani dan benteng: dua kumpulan puisi
Read
+Library
Renjana dan Nestapa

Renjana dan Nestapa

Kalimat demi kalimat sapaan telah ia susun untuk menyapa setiap warga yang nanti akan dilewati. Duh! Emas masih di dasar sungai, belum di genggaman, tetapi ambisi untuk pamer sudah meledak-ledak. “Mamah meni menor pisan kayak mau kondangan,” komentar Santi sambil menahan tawa. “Tong nyengseurikeun kolot, doraka (jangan menertawakan orang tua, durhaka)!” ucap Lilis membalas candaan Santi.
2.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 54 Beses bilang tirani dan benteng: dua kumpulan puisi
Read
+Library
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

“Emangnya kenapa?” “Nggak apa-apa, rencananya pengen ke sana sih. Kebetulan ada temen sekelas aku yang seregu sama Aria.” Ucap Bentara, “Katanya di sana lereng gunung, pengen deh sekalian nanjak.” Lanjutnya. “Boleh juga tuh.” Ucap Lara, “Emang kamu suka mendaki?” Lanjutnya bertanya. “Ya mau nggak suka gimana kalau rumah aku itu di pinggir gunung.” Jawab Bentara, “Tapi ya cuma gunung-gunung kecil di belakang rumah kok.” Lanjutnya
3.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 104 Beses bilang tirani dan benteng: dua kumpulan puisi
Read
+Library
PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

Pilar-pilar batu hitam menopang struktur utama, dan lantainya terbuat dari lempengan kristal gelap yang memantulkan langit seperti cermin rusak. Menara-menara runcing berdiri, sebagian hilang dalam kabut ilusi yang belum sepenuhnya runtuh. Wu Teng memandangi benteng itu tanpa berkedip. Benteng kuno yang melayang di langit. Bukan simbol kekuasaan. Tetapi sarang. “Dia ada di sana,” gumam Ling’er hampir tanpa sadar. Wu Teng meliriknya. Lelaki bertubuh kekar itu bisa mendengar getaran tipis dalam suaranya—bukan ketakutan, melainkan kenangan.
101.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 44 Beses bilang tirani dan benteng: dua kumpulan puisi
Read
+Library
Istri Tawanan Tuan Tiran

Istri Tawanan Tuan Tiran

tanya Allesa celingak-celinguk. "Nggak ada siapa-siapa. Tapi kamu ngapain sandaran di pintu kamar aku? Apa setiap malam kamu kayak gini ya tanpa aku tahu. Kamu yang sandaran di pintu kalo aku tidur buat dengerin aku yang lagi tidur, iya?" "Ih ngapain juga aku dengerin kamu tidur. Kamu kan suka ngorok." "Sejak kapan aku ngorok?"
102.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 86 Beses bilang tirani dan benteng: dua kumpulan puisi
Read
+Library
Kesatria Garuda

Kesatria Garuda

Ujian Kekuatan – Tarian Api dan Bayangan Mentari senja masih menorehkan warna jingga di langit, namun di bawahnya, pertempuran telah dimulai. Benteng Raja Kegelapan, sebuah menara hitam yang menjulang tinggi di tengah reruntuhan Kota Cahaya, menjadi saksi bisu dari serangan pertama Ardian, Sita, dan Garuda Sejati. Serangan yang tak hanya dahsyat, tetapi juga menandai awal dari perang besar yang akan menentukan nasib dunia.
1.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 57 Beses bilang tirani dan benteng: dua kumpulan puisi
Read
+Library
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Tak ada yang bicara soal benteng. Yang mereka lakukan adalah… duduk bersama, menyalakan api kecil, dan menulis satu kalimat baru, yang ditaruh di tengah lingkaran: "Jika kau datang dengan rasa takut, kami tak akan menambahnya. Jika kau datang dengan marah, kami tak akan membalas. Tapi jika kau datang untuk menghancurkan— kau akan tahu bahwa yang tumbuh perlahan…
101.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 34 Beses bilang tirani dan benteng: dua kumpulan puisi
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Di dalam pendopo kecil, Raka menempelkan dua syair di tiang kayu: “Jangan kau tanya dari mana aku datang, tanyalah untuk siapa aku berjalan.” Dan satu lagi: “Tanah yang disiram peluh rakyat, akan tumbuh jadi kota yang bermartabat.” Tuan Karel datang malam harinya. Ia membaca kedua syair itu tanpa berkata apa-apa, hanya menepuk bahu Raka. “Syair seperti ini tak sekadar hiasan dinding. Ini seperti bendera dalam perang: kecil, tapi bisa membawa ribuan maju.”
1012.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 461 Beses bilang tirani dan benteng: dua kumpulan puisi
Read
+Library
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

Setelah beberapa saat, dia bertepuk tangan dengan keras sambil memuji, "Puisi yang bagus. Sungguh indah, luar biasa." "Tentu saja." Arjuna tersenyum. Puisi itu adalah mahakarya seorang penulis, ahli filsafat dan penyair kuno zaman Dinasti Ratungga, Sapardi. Bagaimana mungkin tidak luar biasa? "Ribuan gunung tak ada burung, ratusan jalan jejak manusia pun sirna ...." Pria tua itu masih menggumamkan puisi Arjuna. "Puisi yang sangat indah, apa judul ...." Ketika lelaki tua itu tersadar dan ingin bertanya kepada Arjuna tentang judul puisi itu, Arjuna sudah pergi.
9.3428.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 9.9K Beses bilang tirani dan benteng: dua kumpulan puisi
Ipakita ang mga Review (65)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
12345
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status