Transaksi Hati Ibu Pengganti Anak Presdir
Jika bukan karena kehadiran Yurika, semua orang tahu, Alvaro pasti sudah berlari menghampiri Amora, memeluk, dan mungkin—tanpa malu—mencium keningnya di depan semua orang.
Bapak penghulu yang sedari tadi memperhatikan, berdehem kecil sambil tersenyum.
“Calon pengantin pria,” katanya ringan, “tatapannya boleh, tapi jangan sampai bacaan akadnya nanti lupa, ya. Kalau salah, bisa diulang.”
Ruangan kembali dipenuhi tawa kecil. Wajah Alvaro makin merah padam, namun ia hanya menunduk sambil tersenyum kikuk. “Maaf, Pak…” ucapnya lirih.