Tunangan Kontrak Presdir Tampan
Menatap ke arah jendela besar—floor to ceiling window—yang dari balik kaca bening itu, terpampang pemandangan kota yang begitu luas dari lantai atas gedung ini.
Sekeluarnya dari sana, Lydia duduk bersama Felix.
“Hai, Felix. Mohon kerjasamanya,” ujar Lydia dengan senyum palsunya, berusaha ramah.
“Baik, Bu,” angguk Felix dengan sopan.
“Panggil nama aja. Sepertinya kita seumuran. Berapa umurmu?”
“Saya dua puluh tujuh.”
“Benar, kita seumuran.” Bicara soal umur, Lydia jadi teringat Damian. “Ngomong-ngomong, berapa umur Pak Damian?”
Hot Chapters