Pijatan Nikmat Sang CEO
"Ya, aku ingat. Beberapa impian itu masih ada, beberapa berubah seiring waktu."
"Dan beberapa tergantikan oleh impian baru," tambah Kirana, matanya melirik ke arah kamar Arjuna.
"Kamu menyesal?" tanya Bima hati-hati.
Kirana menggeleng tegas. "Tidak sekalipun. Aku mungkin belum memiliki galeri seni, tapi aku memiliki keluarga yang mencintaiku, karier yang membuatku bersemangat, dan suami yang selalu mendukungku. Apa lagi yang bisa kuharapkan?"