Rasa Dari Keremajaan
yang biasa saja.
Me: Siap, Kak. Aku meluncur 15 menit lagi.
Mungkin, sebelum menghadapi perpisahan dengan Clarissa, aku butuh mengisi ulang energiku di tempat yang hangat.
Aku berjalan menuju gerbang sekolah. Langit sore berwarna jingga kemerahan. Indah, tapi menyiratkan akhir hari.
"Tunggu aku, Kak Clarissa," bisikku pada angin. "Aku akan menyiapkan hadiah perpisahan yang tidak akan bisa kau lupakan."