ANMELDENธนัท เจ้านายผู้ใจดีที่คิดไม่ซื่อ กับ ณดล ลูกน้องคนซื่อที่แสนจะเจียมตัว
Mehr anzeigenAroma lily menyebar kuat ketika seorang wanita keluar dari mobil SUV hitam di depan kantor utama deLuna Company. Sepatu berhak tinggi berkilau, dress pastel di atas lutut, jas yang hanya disampirkan di bahu, tidak lupa sunglasses hitam yang menutupi mata— adalah penampilan Presiden merangkap CEO deLuna Company pada hari itu.
Jemari lentik, kuku merah panjang dihiasi permata membuka sunglasses hitam, sekretaris Rei sudah menunggu, dan mengantongi sunglasses itu dengan patuh. “Bagaimana penampilanku hari ini, sekretaris Rei?” “Gorgeous, seperti biasa, presiden.” Pujinya dengan wajah datar serta penuh profesionalisme. “Apa abu-abu— silver cocok untukku?” Sang pemilik aroma lily mengibaskan rambut abu-abu— silver panjang itu dengan elegan. “Aku masih merasa merah menyala seperti minggu lalu tidak buruk.” “Apapun itu, anda selalu terlihat luar biasa, presiden.” Sang presiden tersenyum puas, ia berjalan di antara para karyawan yang berhenti dan membungkukan tubuh ketika berpapasan dengan sang presiden. “Apa kau sudah mengumpulkan berkas dan data yang aku inginkan? Pastikan untuk mengumpulkan semua data dari sepuluh tahun terakhir. Aku tidak ingin satupun terlewatkan.” Sekretaris Rei mengangguk paham. “Dan, apa AtoZ Holding memberi tanggapan?” Langkah sang wanita berhenti, berbalik untuk melihat secara langsung wajah dari sekretaris Rei. “AtoZ Holding masih belum memberi respon, presiden.” Aura di sekitar wanita itu berubah, aroma feromon yang semula masih tercium lembut, sekarang menjadi tajam dan intens, menandakan betapa ia tidak menyukai berita tersebut. “Lupakan AtoZ Holding, hanya karena mereka sedang berada di puncak— penguasa ekonomi, mereka bisa meremehkan perusahaan kita.” Sang presiden kembali berjalan. “Tidak masalah jika mereka tidak merespon, jangan hubungi mereka lagi.” “Baik presiden. Lalu hari ini, para dewan eksekutif ingin menemui anda.” “Untuk apa? Aku tidak punya janji dengan mereka hari ini.” Sebelah alisnya terangkat. “Para petinggi yang lain juga ada di sana.” Mau tidak mau, sang CEO harus menemui dewan eksekutif yang sudah menunggu di salah satu ruang rapat. Saat ia masuk diikuti oleh sekretaris Rei, wajah-wajah serius mengikutinya. Ia sebagai presiden yang arogan tidak menoleh ke arah mereka, dan langsung duduk di kursinya. “Selamat pagi.” Sapanya yang terdengar setengah-setengah. “Aku ingat hari ini bukan jadwal rapat bulanan atau ada hal penting yang harus dibicarakan. Aku lebih terkejut lagi melihat ayah, ibu, nenek dan kakek juga ada disini.” Wajah orang-orang yang ia disebutkan begitu tenang dan datar. Wanita yang paling tua— yang duduk paling dekat dengannya mengangkat gelas dengan elegan, rambut yang sudah mulai memutih itu tidak mempengaruhi auranya. Bukan hanya itu, baik ibu dan ayahnya juga tidak begitu berbeda. Ekspresi mereka datar, tenang serta serius sambil melirik sang presiden sesekali. “Kenapa kau vulgar sekali? Kau adalah presiden dan CEO perusahaan ini, namun feromonmu berkeliaran kemana-mana.” Sang nenek meletakkan gelasnya, menoleh ke arah sang cucu. “Kau bukan lagi anak-anak yang tidak bisa mengendalikan feromon. Apa kau ingin terlihat sombong dan arogan?” Wanita itu menyeringai, ia tidak peduli dan aroma lily yang kuat tercium semakin intens. Anggota eksekutif yang lain mencoba menahan diri mereka untuk tidak kabur keluar dari ruangan, menahan rasa menggigil dan merinding yang menjalari tubuh serta kelenjar feromon masing-masing memaksa untuk tunduk. Namun hal itu tidak berlaku untuk empat orang keluarga deLuna. Mereka bergeming, seolah tidak terpengaruh, tidak tersentuh, karena mereka telah menyiapkan diri. “Dokter melarangku untuk menggunakan obat penekan, baik internal maupun eksternal. Nenek tahu sendiri jika tiga tahun terakhir aku mengidap kelainan feromon.” Ia menyandarkan punggungnya pada kursi, melipat tangan lalu memberikan tatapan tajam. Dengan lirikan singkat, seorang pria meletakkan berkas di depannya. “Itu adalah kandidat calon suami untukmu. Kelainan feromon yang kau derita bisa diterapi dengan tanda permanen, bonding— membentuk ikatan dengan mate.” Wajah yang sudah tidak bersemangat sejak awal, sekarang tertutupi awan gelap. Aroma lily semakin mencekam dan kuat, kini aroma itu semakin jelas— lily of the valley, terlalu kuat hingga seperti mencekik semua orang di ruangan itu. Bahkan anggota keluarganya tidak sanggup menahan tekanan dari feromon yang terlalu kuat serta liar. “Lilith!” Pria tua yang hanya diam sejak awal mengeluarkan suara mengancam. Aroma willow yang tajam menguar, menekannya balik. Dihadapi oleh serangan yang ditargetkan untuknya, Lilith seperti tercekik, kelenjar feromonnya berdenyut sakit, peluh seketika menetes di pelipisnya. Sang presiden memegang dan memukul dadanya yang sesak, rasa pusing menguasai, dunianya berputar. “Tuan William, tolong hentikan. Presiden Lilith baru saja keluar dari rumah sakit, anda bisa memperburuk keadaannya.” Sekretaris Rei memegangi sang atasan, wajah datarnya berubah khawatir dan cemas. Perlahan, tekanan dari William menghilang. Lambat laun Lilith bisa merasakan nafasnya kembali. Ia mengangkat kepala, menatap pria tua yang duduk disebelah kanannya. “Hah. Kalian berkumpul pagi ini hanya untuk menyuruhku menikah? Katakan padaku, perusahaan mana yang menjual putra mereka kepada kalian?” Ia mengambil map itu lalu melemparkannya ke tengah meja tanpa membukanya. Ia tidak takut jika sang kakek menyerangnya lagi. Pria tua itu beruntung karena residu obat yang diberikan dokter masih tertinggal di tubuhnya, jika tidak, tingkat A itu tidak akan bisa menekannya dengan mudah. Lilith seperti dipermalukan. William bisa mencoba kembali, tetapi kali ini ia bisa menjanjikan hal berbeda kepada mereka semua. “Jika kau bersikeras menolak, kami terpaksa menurunkanmu dari kursi yang sedang kau duduki itu.” Sebuah ancaman. “Kau berada disana karena kau adalah satu-satunya yang memiliki feromon dominan tingkat S di keluarga ini, kau berhasil memperlihatkan kemampuanmu, tetapi bukan berarti kami tidak bisa menarikmu turun dengan paksaan.” Mengenyampingkan kelainan feromon yang ia derita, ia tahu banyak yang menunggunya lengah lalu menenggelamkannya. Mereka semua— seluruh anggota keluarganya adalah predator alami, pemburu yang akan memangsa sesamanya tanpa ampun. Tidak ada kawan dalam keluarga ini, mereka semua adalah musuh. Lilith mengetukan jemari panjangnya ke meja, kuku-kuku merah itu membuat bunyi yang pelan. Alasan mereka belum melakukan apapun hingga sekarang adalah karena masih takut dan mewaspadainya. Dia adalah yang terkuat, pantas untuk ditakuti. Akan tetapi, mereka tidak akan berhenti begitu saja, mereka akan melakukan apapun untuk mencapai tujuan masing-masing. “Aku akan menikah.” Ujarnya secara tiba-tiba yang membuat semua kepala menoleh kepadanya. “Sekretaris Rei, buat pengumuman di website perusahaan bahwa Presiden dan CEO deLuna Company membuka sayembara untuk mencari calon suami. Siapapun boleh ikut, tidak ada larangan, dari kalangan manapun diperbolehkan.” Menyaksikan keretakan di wajah datar anggota keluarganya, Lilith menyeringai. “Syaratnya cuma satu, jika mereka berhasil menahan serangan feromon dariku, maka aku akan menikahi mereka.” Wanita itu berdiri, dari duduknya. Sebelum ia pergi, tidak lupa sang CEO melirik kembali pada seluruh anggota keluarganya. “Kalian harus memastikan nama-nama di dalam map itu ikut dalam sayembara ini.” ….. Di masa ini, manusia terlahir dengan kelenjar feromon pada tubuh mereka— tepatnya di area tengkuk. Feromon ini mengeluarkan aroma yang berbeda-beda pada setiap orang, segar, harum, memabukkan hingga bau asing yang tidak pernah ada. Seiring berjalannya waktu, kelenjar feromon menjadi bagian penting pada setiap individu. Menjadi tanda pengenal, signature, juga sebagai kekuatan. Feromon terbagi menjadi dua, dominan dan submisif. Para pemilik feromon dominan dengan mudah membuat feromon submisif bertekuk lutut, berada di bawah mereka, patuh tanpa bisa melawan hanya dengan serangan feromon. Para pemilik feromon dominan terbagi dalam beberapa tingkatan; A, B, C, D dan S. Mereka yang memiliki feromon S tidak begitu banyak dan kehadiran mereka begitu ditakuti. Mereka cerdas, memiliki fisik yang kuat serta feromon yang bisa menjatuhkan para dominan yang lain dengan sangat mudah. Salah satu pemilik feromon dominan tingkat S yang cukup terkenal di negara itu adalah seorang wanita bernama Lilith Lana deLuna, dengan aroma lily of the valley yang menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan besar, ia juga terkenal dengan wajah rupawan dan sikapnya yang arogan. Terlahir dalam keluarga deLuna yang haus akan kekuasaan serta intrik internal yang tidak pernah usai, ia duduk di kursi CEO seperti seorang ratu di singgasananya, menundukkan mereka yang mencoba untuk menjatuhkannya.ณดลสัมผัสได้ถึงความเปลี่ยนแปลงบางอย่างที่เกิดขึ้นในที่ทำงาน หลังจากที่เขาตัดสินใจใช้สถานะแฟนกับธนัทอย่างเป็นทางการ จากทุกครั้งที่เวลาเดินผ่านเอาเอกสารไปให้เขามักจะถูกเหล่าพนักงานมองเหยียดหรือไม่ก็หันไปพูดซุบซิบนินทา หนักหน่อยก็พูดว่าขึ้นมาลอยๆซึ่งเขาก็ทำได้เพียงปล่อยผ่านไป แต่ปัจจุบันกลายเป็นว่าคนพวกนั้นต่างพากันส่งยิ้มมาให้เขาแม้จะเป็นรอยยิ้มแห้งๆก็ตาม บางคนเมื่อก่อนเดินแทบจะชนเหมือนกับว่ามองไม่เห็น ตอนนี้กลับก้มหัวให้เขาแล้วรีบเดินไปและที่สำคัญไม่มีใครใช้ประโยคและน้ำเสียงที่พูดดูถูกหรือจิกหัวใช้เหมือนก่อนหน้านี้กับเขาอีกเลย คนที่จะไขข้อสงสัยได้ก็มีเพียงแค่คุณแฟนของเขาที่กำลังนั่งทำงานอยู่ “คุณธนัทครับ ผมมีอะไรอยากถาม” “ว่าไงครับที่รัก” ธนัทตอบรับเสียงหวานพร้อมสรรพนามที่ทำเอาณดลจั๊กจี้ทุกครั้งที่ได้ยิน “ต้องเป็นฝีมือของคุณแน่ๆเลยใช่ไหมครับ ที่ทำให้คนอื่นมีท่าทางแปลกๆกับผม พวกเขาดูเกร็งแล้วก็ไม่แกล้งผมเหมือนเมื่อก่อน” “ฉันทำอะไร…ไม่ได้ทำอะไรเลย” ธนัทปฏิเสธ “ไม่เชื่อครับ บอกผมมาเลยนะถ้าไม่ยอมบอก ไม่ให้นอนกอด” ณดลพูดขู่ “พวกนั้นคงเห็นโพสต์ของฉันละมั้ง” ธนัทขยับเก้าอี้เลื่อนมาอยู
ในทุกครั้งที่จะมีความสัมพันธ์ทางกายกัน ธนัทมักจะชอบเอ่ยขออนุญาตอยู่เสมอเป็นเหมือนการถามความยินยอม แม้ว่าส่วนใหญ่จะเปลื้องผ้าเหลือแต่ตัวเปลือยๆกันแล้วก็ตาม แต่ก็นับว่าเป็นความน่ารักของเจ้าตัวที่ทำให้เขาแอบประทับใจ “ครับ” ณดลตอบตกลง ลิ้นร้อนเกี่ยวตวัดดูดดึงยอดอกของณดลทั้งสองข้างจนมันชุ่มไปด้วยหยาดน้ำสีใสแถมยังตั้งชูชันขึ้นอย่างน่าอาย แต่เขากลับกลายเป็นคนลามกที่ชอบให้ธนัทให้ลิ้นห่อแล้วดูดดึงมันเล่น และเพียงแค่นั้นส่วนกลางกายของเขาก็เริ่มแข็งมีอารมณ์ขึ้นมา “แค่ดูดนมเธอก็แข็งซะแล้วหมีน้อย” ธนัทเอ่ยแซวด้วยความเอ็นดูก่อนจะลากลิ้นขยับลงมาจนถึงท่อนเอ็นอวบ “อ๊าา…อื้ออ บ...แบบนี้” “อื้ออ…อ่ะอ่าา” ณดลร้องครางพลางแอ่นสะโพกสู้ริมฝีปากของธนัทที่กำลังครอบครองท่อนเอ็นของเขาเข้าไป “อืมม…อึกก” “อื้ออ…อ่ะอ้าา…ส...เสียวนะครับ” “อืม…จ๊วบบ…แผล่บๆ…แผล่บ” ธนัทถอนริมฝีปากออกแล้วใช้มือกำท่อนเอ็นไว้ ก่อนจะเปลี่ยนมารัวลิ้นที่ส่วนหัวแดงจนณดลครางเสียงดังกระเส้า สองมือหนาที่เขาเฝ้าถนอมช่วยบำรุงจนเริ่มกลับมานิ่มขึ้นจิกลงบนหัวของเขาเพื่อระบายความเสียว “อื้ออ...เสียว…อ่าา…คุณธนัทอื้อออ” สะโพกมนส่ายร่าไปมา ก่อ
ณดลเข้าไปให้ปากคำเป็นเวลากว่าสองชั่วโมงก่อนจะถูกปล่อยตัวออกมา โดยที่ทางเจ้าหน้าที่นำตัวของผู้ต้องหาทั้งสี่เขาฝากขังไว้ก่อน เนื่องจากมีพฤติกรรมที่ดูอันตรายพยายามที่จะเข้ามาทำร้ายผู้เสียหาย “เป็นไงบ้าง” เป็นภวิตาที่เอ่ยถาม ส่วนธนัทที่ถึงแม้จะเป็นห่วงแต่ก็แค่มองมาเฉยๆไม่ได้พูดอะไร “ผมเล่าเรื่องทุกอย่างที่ถูกกระทำให้ทางตำรวจหมดแล้วครับ เล่าทุกอย่างเลย…” ณดลบอก “กลับได้แล้วใช่ไหม” ภวิตาถาม ณดลพยักหน้าหงึกๆเป็นคำตอบ “งั้นกลับกันเถอะ นี่ก็เก๊กหน้านิ่งอยู่ได้” ภวิตาหันไปบ่นลูกชายของตัวเอง “อารมณ์ไม่ดีครับ” ธนัทตอบมาสั้นๆ “ขอโทษครับ” ณดลบอกแต่ธนัททำเมิน “ทำทรงไปงั้นแหละ เชื่อแม่” ภวิตาพูดให้กำลังใจณดลที่ทำหน้าเหมือนหมีหงอยอยู่ “คุยกันดีๆ แม่ไปพักก่อน” เมื่อกลับมาถึงบ้านภวิตาก็รีบปลีกตัวออกไปเพื่อให้ลูกทั้งสองได้ปรับความเข้าใจกัน “จะกลับห้องตัวเองหรือจะขึ้นไปห้องฉัน” ธนัทถามโดยที่ไม่แม้แต่จะชายตามอง “ขออนุญาตไปห้องของคุณได้ไหมครับ” “งั้นก็ตามมา” ธนัทเดินนำขึ้นไปที่ห้องโดยที่ไม่ได้เดินรอเหมือนอย่างทุกที “ขอโทษครับ/เธอไม่เชื่อใจฉันเหรอ” ทั้งสองพูดออกมาพร้อมกันทันทีที่เข้ามาในห้อง “เ
“วันนี้มันไม่อยู่เหรอวะ” ป้าสายบัวพูดขึ้นเมื่อยืนเคาะประตูห้องของณดลมาพักใหญ่แต่ไม่มีใครออกมาเปิดประตูให้ “มันหลบอยู่เปล่า ก็ป้าเล่นไปขู่จะแทงตามันอ่ะ” กระแตพูด “จริงๆตัวมันก็ใหญ่นะแต่เสือกใจเซาะกลัวพวกเราซะงั้น” กระถินพูดขึ้นเพราะณดลตัวใหญ่กว่าแค่ตบพวกเธอทีเดียวน่าจะหลับไปหลายวัน “ก็ดีแล้วที่มันใจเซาะเราจะได้ไถเงินมันได้ แถมยังได้กินของดีๆที่คุณเขาซื้อมาให้มันอีก ถึงว่าไม่มาแดกข้าวที่โรงครัวเลยเพราะติดหรูกินแต่อาหารดีๆนี่เอง” “พวกมึงมาทำอะไรที่หน้าห้องไอ้ณดล!” เสียงของตาทองที่ตะโกนถามทำเอาสามสาวสะดุ้งเฮือกด้วยความตกใจ ป้าสายบัวรีบพูดกระซิบให้ทำตัวให้เป็นปกติ “เอ้า! กูถามไม่ตอบหูตึงกันแล้วรึไง” ตาทองพูด “ทำอะไร กูไม่ได้ทำอะไร แค่มาดูไอ้ณดลมันเป็นยังไงบ้าง” ป้าสายบัวตอบ “คนอย่างมึงน่ะเหรอจะมาดูดำดูดีไอ้ณดล” ตาทองไม่เชื่อคำพูดของอีกฝ่าย “ทำไม กูก็อยากรู้ว่ามันเป็นยังไงบ้าง เห็นวันนี้เงียบๆไม่มีใครเอาอะไรมาให้มัน กลัวมันจะอดตาย” “มันไปทำงานกับคุณธนัทแล้ว” “อ่อ งั้นกลับไปทำงานกันต่อเถอะพวกเรา” สามสาวที่ได้คำตอบก็แยกย้ายกลับไปทำงานที่โรงครัวต่อ แต่ตาทองยังคงสงสัยและรู้สึกแปลกใจ
“เรียกอีกทีเอาแบบไม่เกร็ง” ภวิตาบอกพร้อมยิ้มให้ด้วยความเอ็นดู “เอ่อ…เกร็งครับ” ณดลยอมรับออกมาตรงๆ “ค่อยๆเป็นค่อยๆไปดีกว่าครับแม่ ณดลยังคงปรับตัวไม่ทัน” ธนัทช่วยพูด “ก็ได้ๆ ตอนนี้ก็เรียกตามที่สะดวกใจไปก่อนแล้วกัน สนิทกันขึ้นเมื่อไหร่ค่อยเรียกแม่” ภวิตารับฟังก่อนจะพาเปลี่ยนเรื่องด้วยการเอาขนมที่เ
“ฉันพูดจาไม่ดีกับณดลไว้มาก ไม่รู้เลยว่าเขาต้องผ่านอะไรมาบ้าง…ฉัน” ภวิตาที่เริ่มสำนึกคิดได้พูดออกมา “คุณหญิงไม่รู้ไม่ผิดครับ แต่ที่ผิดคือการไปพูดจาดูถูกทำร้ายจิตใจกัน ถ้าเราเป็นเหมือนมันแล้วโดนพูดแบบนั้นใส่เป็นผมคงเสียใจไม่น้อยเลยครับ มันเป็นแบบนั้นก็นับว่าโชคร้ายแล้วเราอย่าไปทำตัวใจร้ายบั่นทอนใจม
“ผมมองไม่เห็น…ตาซ้ายของผมมองไม่เห็นแล้ว” น้ำตาของณดลไหลอาบทั้งสองแก้ม ร่างกายสั่นระริกด้วยความกลัว ภวิตาจึงรีบลุกขึ้นกดโทรศัพท์เพื่อตามหมอให้มาดูอาการ ความกลัวเริ่มก่อตัวขึ้นภายในใจเธอกลัวว่าสาเหตุที่ทำให้ณดลมองไม่เห็นจะมาจากที่เธอปาแจกันใส่ ซึ่งมันก็ไม่มีเหตุผลอื่นที่ทำให้ณดลเป็นแบบนี้ “ไม่เป็นไ
สถานการณ์ภายในบ้านตลอดระยะเวลาเกือบสองสัปดาห์ค่อนข้างตึงเครียดเพราะธนัทและภวิตาต่างฝ่ายต่างมึนตึงใส่กัน แม้จะเจอหน้าเขาก็ทำเพียงแค่ยกมือไหว้สวัสดีแม่ของตัวเองแล้วเดินผ่านไป เขาเลือกที่จะออกบ้านให้เร็วขึ้นเพื่อไปหาอะไรกินตอนเช้ากับณดลข้างนอกแทน เพราะไม่อยากต่อปากต่อคำกับผู้เป็นแม่และไม่อยากให้ณดลต้







![เกือบหอบลูกหนีเพราะสามีไม่รัก[PWP]-Omegaverse](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)
![เฝ้า(รอ)รัก [Mpreg]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)


