Novels
Short Stories

Genres

Realistis×
All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Romansa Menggoda
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

27
All
Psikopat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Show more

Plot & Setting

27
All
Dewasa 18+
Menggoda
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Sistem
Perundungan
Kehamilan
Penebusan
Nikah Kontrak
One Night Stand
Cinta Lama Bersemi Kembali
Kekuatan Super
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Petualangan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Pusat Perhatian
Show more

Themes

15
Plot Twist×
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Multi POV
Semangat
Show more

Plot Twist Realistis Short Stories & Novels

Discover a collection of engaging Plot Twist Realistis short stories with compelling plots and immersive storytelling. Perfect for readers seeking one-hour short stories and quick, immersive reads online.
Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker - Realistis novels & stories
Hasya Nazwa
Pada hari ibu mertuaku didiagnosis kanker rahim, dia membawa koper dan pindah ke rumahku. "Ibu nggak punya banyak waktu lagi, hampir nggak ada harapan," dia terisak, "Kalau kalian usir Ibu, kalian bukan manusia." Aku melihat suamiku yang diam tanpa kata, lalu beralih ke putraku yang selama ini kubesarkan dengan penuh kasih. "Kalian mau bilang apa?" Suamiku yang diam itu tampak muram, lalu menarik tanganku. "Soal waktu pasca melahirkan itu, mau kamu ingat sampai kapan? Ibu sudah seperti ini." Putraku juga ikut mendukung, "Nenek hampir tiada, merawatnya di masa tua itu kewajiban kita." Aku tersenyum menatap suami dan putraku. "Kalau begitu, silakan kalian yang merawat."
Tak Lagi Punya Tempat Pulang - Realistis novels & stories
Lapis Ketan
Kakak sepupu, Irene Candra, menggunakan komputerku dan lupa keluar dari WhatsApp. Aku membantu mengeluarkan akun WhatsApp-nya. Sebuah pesan grup muncul di layar. [Demi merayakan nilai ujian Felix yang makin meningkat, malam ini kita makan malam sekeluarga.] Aku penasaran dan membuka pesan di grup itu. Di grup itu ada empat orang. Ayah, Ibu, adikku Felix, dan Irene. Felix membalas, [Cuma kita berempat, Clara nggak diajak?] [Siapa suruh dia terlalu pelit, nggak mau berbagi apel dengan kakak sepupunya sendiri.] Aku tertegun, ternyata sudah lama aku dianggap orang luar di keluarga ini.
Kisah Motor - Realistis novels & stories
Sorami
Setelah suamiku mengalami kecelakaan kerja dan tidak bisa lagi bekerja di proyek, ia membeli sebuah motor bekas yang sudah dimodifikasi untuk mencari nafkah sebagai tukang ojek desa. Awalnya aku hanya ingin menemaninya beberapa hari agar ia lebih aman di jalan. Namun, beberapa preman desa memanfaatkan kesulitan keluarga kami. Mereka memaksa kami menandatangani utang berbunga tinggi, menyuruh suamiku mengantar barang-barang mencurigakan, dan berkali-kali mengancam akan menghancurkan nama baik keluarga kami jika kami melawan. Aku memilih diam demi anak-anak dan pengobatan suamiku. Kupikir semua itu akan berlalu jika kami cukup sabar. Sampai suatu malam, polisi datang mengetuk pintu rumahku dan memberitahuku bahwa suamiku jatuh ke jurang bersama empat orang yang selama ini menindas kami. Di bawah bantalnya, aku menemukan sepucuk surat terakhir. Barulah aku tahu, ia ternyata sudah mengetahui semuanya.
Antara Cintanya dan Hartaku - Realistis novels & stories
Jyoti
Dalam perjalanan ke bank untuk menyetor uang, aku tidak sengaja menemukan sebuah postingan: [Pernahkah Anda melakukan sesuatu yang sulit diungkapkan tanpa diketahui pasangan Anda?] Di bawah postingan, seorang netizen berkomentar : [Aku diam-diam mendaftarkan pernikahanku dengan cinta pertamaku, tapi pacarku masih menyetor uang ke rekening bersama kami. Dia benar-benar bodoh. Dia kira aku benar-benar ingin menabung untuk membeli rumah dan menikahinya.] [Sudah ada 1,3 miliyar di dalam rekening, ketika dia sudah menabung sampai 1,6 miliyar, aku akan diam-diam menariknya!] Aku melihat komentar itu banyak disukai, lalu melihat saldo rekeningku. Tidak lebih, tidak kurang, pas 1,3 miliyar. Ternyata pacarku dan cinta pertamanya telah mendaftarkan pernikahan mereka!
Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun - Realistis novels & stories
Autona
Aku dan adikku adalah anak kembar, tetapi aku lebih berat 800 gram darinya. Sejak kecil, adikku lemah dan sering sakit, sedangkan aku aktif dan lincah. Saat berusia empat tahun, dia didiagnosis penyakit darah. Ibu menyalahkanku. Dia mengatakan aku merebut nutrisi milik adikku saat di kandungan, jadi aku harus mengembalikannya. Saat pertama kali diambil darah, jarumnya sangat besar, aku sangat ketakutan. Ibu menyuruhku tidak perlu takut. Dia memberiku sebuah pena ajaib. Katanya, keinginan yang ditulis dengan pena itu akan menjadi kenyataan. Aku menulis "tidak sakit". Saat jarum kembali ditusukkan, Ibu membelikanku permen lolipop yang manis dan sepertinya benar-benar tidak terasa sakit. Namun kemudian, saat berusia lima tahun, aku menggambar kue stroberi dengan pena itu. Alhasil, darahku malah diambil satu liter. Minggu itu, adikku pun sudah bisa duduk dan bermain. Usia tujuh tahun, aku menulis ingin pergi berlibur. Keesokan harinya, aku malah didorong ke ruang operasi untuk diambil sel pembentuk darah, sementara pipi adikku untuk pertama kalinya tampak merona. Saat berusia delapan tahun, aku menulis ingin tetap menjadi peringkat satu tahun depan, tetapi sehari sebelum ujian, sumsum tulangku diambil. Di sisi lain, adikku akhirnya keluar dari rumah sakit, mengenakan gaun baru yang belum pernah kumiliki. Pada usia sembilan tahun, tubuhku sudah sangat terkuras. Dengan tangan gemetar, aku menulis satu kalimat yang miring dan tidak rapi. [ Semoga di kehidupan berikutnya, aku tidak menjadi anak Ibu. ]
Pura-pura Mati Demi Kedamaian - Realistis novels & stories
Suika
Karena bawaannya berenergi rendah, sejak kecil aku memelihara diriku sendiri seperti mayat. Anak orang lain belajar bicara dan berjalan, sedangkan aku belajar bagaimana menjaga suhu tubuh tetap rendah, dan detak jantung cuma 30 kali per menit. Waktu TK main petak sembunyi, teman sebangkuku sengaja mengunciku di dalam lemari. Bisa hidup ya hidup, kalau tidak ya mati saja. Jadi aku menahan napas menunggu mati, bahkan dengan penuh perhatian menyesuaikan posisi tubuh seperti jenazah yang disemayamkan di kamar mayat. Saat dia membuka pintu lemari dan melihat penampakanku yang seolah sudah meninggal, dia menangis sambil kencing di celana dan berteriak kalau dirinya sudah membunuh orang. Kemudian hari, waktu di jalan diincar penculik, baru saja mulutku ditutupi, aku langsung masuk ke mode siaga, bahkan pupil mata pun malas kufokuskan. Penculik menggendongku dan berlari sampai tiga pasang sepatunya aus demi sampai di rumah sakit, lalu berteriak frustrasi. "Bukan urusanku ya, dari awal dia memang udah mati!" Waktu umur 18 tahun, orang tua kandungku yang merupakan orang terkaya akhirnya datang menjemputku pulang. Aku tadinya malas bergerak, tapi mendengar di rumah itu bahkan untuk membalikkan badan pun ada yang mewakilkan, aku baru mengangguk dengan agak terpaksa. Alhasil, baru saja melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah, anak angkat itu mendadak terpeleset, dan sup di tangannya tanpa kurang tanpa lebih langsung menyiram ke arahku.
Penyesalan Ibu Setelah Aku Tiada - Realistis novels & stories
Kholidah
Pada usia 10 tahun, kakakku meninggal saat kami bolos untuk pergi bermain. Sejak saat itu, ibuku membenciku, mengira aku yang mencelakai kakakku. Dia memperlakukanku seperti pembantu dan mengadopsi anak perempuan yang patuh untuk menggantikan posisi kakakku. Ibuku merebut semuanya dariku, bahkan memintaku mendonorkan ginjal untuk putri adopsinya itu! Oke, Ibu. Karena kamu mau begitu, aku akan memberi nyawaku ini kepadamu! Setelah aku mati, dia baru menyesal.
Begitu Reinkarnasi, Kutukar Kondom Suamiku - Realistis novels & stories
Makjos
Begitu tahu aku menukar kondom bekas suamiku dengan milik mertuanya, sahabatku langsung hancur di tempat. Kehidupan sebelumnya. Sahabatku sering dipukuli suaminya, lalu meminta menumpang di rumahku. Aku merasa kasihan, jadi mengizinkannya tinggal sementara. Tidak kusangka, setengah bulan kemudian dia justru dinyatakan hamil. Aku baru hendak bertanya, tiba-tiba suaminya datang. Dia bukan hanya mematahkan kaki suamiku, juga menggugat seluruh keluargaku ke pengadilan. Di ruang sidang, sahabatku menangis meraung. Dia menuduh suamiku berakhlak bejat dan telah memperkosanya selama tinggal di rumahku. Sedangkan aku, dituduh menutup mata dan membantu kejahatannya. Aku dan suamiku membela diri, tetapi dia mengeluarkan hasil tes amniosentesis. Bukti itu jelas menunjukkan anak dalam kandungannya memang milik suamiku. Kami dihujat habis-habisan oleh warganet, lalu pengadilan menjatuhkan vonis penjara dan ganti rugi dua puluh miliar. Pada akhirnya, aku dan suamiku masuk penjara, sementara dia menggugurkan anak itu, membawa uang ganti rugi, dan hidup enak bersama suaminya. Saat kembali membuka mata, aku sudah kembali ke hari ketika sahabatku pertama kali menumpang di rumahku.
Gapai Mimpi di Usia Senja - Realistis novels & stories
Jihan Umnia
Hari itu adalah perayaan ulang tahun Ryan ke-70 tahun. Aku baru pulang dari stasiun kereta api di tengah hujan lebat. Sesampainya di depan pintu rumah, aku menemukan pintu rumah terkunci. Ketika mendengar suaraku, tetangga seberang rumah berkata dengan ekspresi bingung, "Tante Elita, kenapa Tante pulang? Om Ryan hari ini menikah, dia dan istrinya sekarang masih menginap di hotel!" Aku tertegun. 'Menikah?' Aku cerai dengan Ryan sebulan lalu. Namun, Ryan memberitahuku bahwa sahamnya rugi banyak dan memiliki utang. Agar tidak memengaruhiku, dia menceraikanku tanpa pisah rumah. Dengan dalih menghindari penagih utang, putraku mengantarku ke rumah lama dan memintaku tinggal di sana selama satu bulan. Ternyata sekarang Ryan sudah menikah lagi?
Jangan Jadikan Aku Pilihan Lagi - Realistis novels & stories
Betshi
Sebelum pesta ulang tahun dimulai, Anderson Zuvandy menayangkan layar ponselnya ke layar besar di ruang VIP. Dia membuat voting anonim di grup teman-teman mereka. Pertanyaannya …. [ Malam ini, seharusnya aku menemani pacarku memotong kue ulang tahun atau menemani teman masa kecilku menonton pemutaran perdana film? ] Hitung mundur selama 20 detik dimulai, sementara jumlah suara terus berubah. Pilihan teman masa kecil mendapat 17 suara, sedangkan pilihan pacar hanya mendapat satu suara. Semua orang mengira satu-satunya suara itu berasal dariku. Anderson bersandar di sofa. Dia tersenyum ketika melihat hasilnya. "Yang kalah jumlah harus mengalah kepada yang menang." Miranda Anggara segera menyelipkan tiket film ke telapak tangannya. "Semua orang juga merasa bahwa aku yang lebih membutuhkanmu." Aku mengenakan gaun favoritku, berdiri di depan kue ulang tahun yang bahkan belum dinyalakan lilinnya. Seseorang di ruang VIP bersiul. "Kak, jangan nggak menerima kekalahan, dong." Benar juga. Voting semacam ini sudah menjadi kebiasaan selama tiga tahun. Setelah bertengkar, mereka mengadakan voting untuk menentukan siapa yang harus meminta maaf lebih dulu. Bahkan saat mereka berkencan, teman-teman mereka mengadakan voting untuk menentukan siapa yang akan digandeng Anderson. Bahkan ketika aku bertanya apakah Anderson mencintaiku, dia juga melemparkan pertanyaan itu ke dalam grup. "Biar semua orang saja yang menilai." Dulu, aku mengira selama aku bisa menang sekali saja, dia akan dengan teguh berdiri di sisiku. Namun, aku tidak pernah menang sekalipun. Begitu pula dengan malam ini. Anderson bangkit dan mengambil jaketnya. Saat melewatiku, dia mengusap kepalaku sekilas. "Yang patuh, setelah aku pulang nanti, aku akan rayakan ulang tahunmu lagi." Aku menatap hasil voting di layar besar, lalu mematikan layar ponselku. Kemudian, aku mendorong pisau kue ke hadapannya. "Nggak perlu dirayakan lagi. Anderson, aku mundur dari permainan voting ini."
Harga Sebuah Keluarga - Realistis novels & stories
Muriaz
Saat aku berusia tujuh tahun, ayahku meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Tak lama kemudian, ibuku menikah lagi dengan cinta pertamanya dan membawaku tinggal bersama keluarga barunya. Pada makan malam pertama di rumah itu, ayah tiriku mengumumkan sebuah aturan keluarga. "Mulai sekarang, di keluarga ini masing-masing menanggung biaya hidupnya sendiri." Saat itu aku mengambil sepotong daging sapi dan memakannya. Namun setelahnya, ayah tiriku meminta aku yang baru berusia tujuh tahun membayar enam juta untuk biaya makanan tersebut. Aku menoleh ke arah kakak tiriku yang sedang makan dengan lahap. "Kakak juga makan daging sapi. Kenapa Papa nggak minta Kakak bayar?" "Karena dia anak kandung Papa," jawab ayah tiriku. "Papa sayang dia, jadi dia punya hak istimewa karena ada hubungan darah." Aku pun memandang Ibu. Ayah tiriku melanjutkan, "Mamamu itu istriku. Papa cinta dia, jadi dia juga punya hak istimewa." "Sedangkan kamu, kita nggak punya hubungan darah, juga nggak ada ikatan perasaan. Papa nggak punya kewajiban untuk membesarkan kamu."
Sistem Kebahagiaan: Kehancuran Keluarga Setelah Mengusir Pewaris Palsu - Realistis novels & stories
Adrian
Aku terlahir dengan sebuah sistem keberuntungan. Setiap kali aku merasa bahagia, semua orang di sekitarku akan menghasilkan uang. Demi menjaga suasana hatiku tetap baik, ayahku yang seorang miliarder mengajakku berpetualang setiap hari. Dia memanjakanku dengan sepatu edisi terbatas, menyewa kapal pesiar pribadi, dan menghadiahkan berbagai barang mewah yang hanya ada satu di dunia kepadaku. Semua itu ditentukan oleh satu hal. Keberuntungan Grup Kuncoro terikat langsung dengan suasana hatiku. Selama aku tertawa sampai terpingkal-pingkal, harga saham perusahaan akan terus naik dan uang mengalir tanpa henti. Begitu suasana hatiku memburuk, kerugian langsung bermunculan. Bahkan yang terburuk, seluruh grup bisa bangkrut. Contohnya bulan lalu. Salah seorang petugas kebersihan tanpa sengaja membuang setengah makaron yang kutinggalkan di atas meja. Aku hanya kesal sesaat, bahkan tidak sampai sedetik. Keesokan harinya, Grup Kuncoro Wilayah Barat mencatat kerugian sebesar 1,5 triliun. Ayahku menghabiskan semalaman membeli sepuluh toko roti premium sekaligus memutus kontrak perusahaan kebersihan itu hanya untuk menenangkanku. Sejak saat itu, tak seorang pun dari kalangan elite Manhattan berani bersikap kurang ajar sedikit pun di hadapanku. Sampai akhirnya ayahku terbang ke Los Angeles untuk urusan bisnis, dan Isabella, putri kandung yang baru saja ditemukan setelah bertahun-tahun terpisah, masuk ke kamarku. "Selama bertahun-tahun kamu cuma numpang hidup di keluarga ini," katanya sambil menatapku dengan penuh penghinaan. "Apa kamu benar-benar mengira menguras nama besar Keluarga Kuncoro bisa membuatmu jadi pewaris yang sebenarnya? Akulah yang memiliki darah Keluarga Kuncoro. Sekarang aku sudah kembali, jadi sudah waktunya kamu angkat kaki dari rumahku." Aku tidak bereaksi. Dia mengambil secangkir kopi hitam yang ada di dekatnya lalu menyiramkannya begitu saja ke atas keyboard laptopku. Aku hanya bisa melihat layar itu langsung mati, sementara kehampaan perlahan memenuhi dadaku. "Berlutut dan bersihkan." Aku mengusap kopi yang membasahi wajahku. Udara di sekelilingku seolah-olah berubah menjadi dingin. Grup Kuncoro sebentar lagi akan hancur berantakan. Tanpa sadar, aku bertanya-tanya apakah ayahku yang berada ribuan kilometer jauhnya di Los Angeles saat ini sudah mulai meraih obat jantungnya saat melihat ratusan triliun lenyap dari nilai saham perusahaan.
Kebohogan Suamiku Demi Menutupi Aib Keluarganya - Realistis novels & stories
Merissa
Saat suamiku pergi ke toilet, ponselnya berdering. Aku melirik sekilas. Telepon dari adik suamiku, Ruslan. Aku mengernyit, tetapi tetap mengangkatnya. "Kak, uang bulanan 20 juta buat Ayah dan Ibu kok belum ditransfer? Ibu barusan nanya ke aku." Telepon ditutup. Darahku seolah-olah mengalir terbalik. Suamiku berdiri tepat di depan pintu toilet dan tangannya bahkan belum dikeringkan dari air. Aku menarik sudut bibirku. "Gajimu 16 juta, cicilan rumah 6 juta, kasih aku 4 juta, kamu simpan sendiri 2 juta. Kamu bilang kasih orang tuamu 4 juta, kok jadi 20 juta?" Bibirnya bergerak, tetapi tidak ada suara. Wajahnya sangat pucat, sementara tanganku gemetar hebat. Selama lima tahun, aku tak pernah sekali pun melihat kartu banknya. Lalu, apa lagi yang tidak aku ketahui?
Terlahir Kembali: Menjauhi Keluarga yang Membunuhku - Realistis novels & stories
Makjos
"Setelah terlahir kembali, aku menjauhi keluargaku dan pacarku. Mereka ingin merayakan ulang tahunku, aku berpura-pura sedang dinas luar kota. Orang tuaku menyuruhku pindah kembali ke rumah, aku langsung membeli sebuah rumah sendiri di malam itu juga. Bahkan ketika pacarku mengatakan ingin menikah, aku malah berbalik dan mendaftarkan pernikahan dengan orang lain. Semua ini karena aku dan adikku terjebak dalam banjir di kehidupan sebelumnya. Aku beruntung karena tersangkut di dahan pohon dan selamat, sementara adikku, Greta, tenggelam dan meninggal. Orang tuaku mencekik leherku sambil memaki, "Kalau bukan karena kamu, mana mungkin Greta bisa mati!" Pacarku, Ardhen, berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Setelah menghiburku, dia menikah denganku. Namun, saat seluruh keluarga berlibur dengan kapal pesiar pada hari ulang tahun pernikahan kami, aku malah didorong sendiri oleh mereka dari dek kapal. "Biar kamu juga merasakan, bagaimana rasanya mati karena tenggelam!" Ternyata, mereka semua menganggap kematian adikku adalah salahku. Sedari awal, orang yang dicintai pacarku juga adalah adikku. Di kehidupan ini, aku memilih hidup untuk diriku sendiri. Saat membuka mata lagi, aku kembali ke hari ketika aku dan adikku sama-sama jatuh ke air."
Perebutan Gaun Pertunangan yang Berakhir Tragis - Realistis novels & stories
Tralina
Aku tumbuh besar di luar negeri. Ibuku takut aku akan mencarikannya menantu orang asing. Jadi, dia mengaturkan tunangan yang tampan dan berbakat untukku di ibu kota, juga memintaku untuk pulang dan bertunangan. Aku pergi ke sebuah toko barang mewah untuk memilih gaun pertunangan, lalu jatuh cinta pada sebuah gaun panjang tanpa tali berwarna krem. Ketika aku hendak mencobanya, wanita di sebelahku melirik gaun di tanganku dan berkata kepada pramuniaga, "Model gaun ini cukup unik. Aku mau coba." Si pramuniaga langsung merampas gaun itu dari tanganku dengan kasar. Aku pun berkata dengan kesal, "Segala sesuatu harus ada urutannya. Aku yang duluan lihat gaun ini. Kalian nggak punya aturan?" Namun, wanita itu menatapku dengan penuh penghinaan dan menjawab, "Gaun ini harganya 376 juta. Mana mungkin orang miskin sepertimu mampu membelinya? Aku ini adik angkat Nicholas Kurniadi, presdir Grup Kurniadi. Di ibu kota, cuma Keluarga Kurniadi yang berhak tetapkan 'aturan'!" Kebetulan sekali! Bukankah Nicholas itu tunanganku? Aku langsung menelepon Nicholas dan bertanya, "Adik angkatmu rebut gaun pertunanganku. Gimana kamu mau selesaikan masalah ini?"
Aku Menjadi Orang Asing di Rumahku Sendiri - Realistis novels & stories
Zea
Istriku lupa logout dari WhatsApp Web di komputerku. Saat aku sedang membantunya logout, sebuah pesan grup muncul di layar. [ Untuk rayakan Andri naik jabatan, ayo kita makan bersama malam ini. ] Aku mengklik pesan itu karena penasaran. Ada empat orang di dalam grup itu, yaitu ayahku, ibuku, istriku, dan adik sepupuku, Andriyan. Istriku membalas. [ Cuma kita berempat? Nggak ajak Evander? ] [ Siapa suruh dia selalu begitu perhitungan? Dia bahkan mau rebutan sebuah apel dengan Andri. ] Aku pun tercengang. Ternyata, aku sudah lama menjadi orang luar dalam keluarga ini.
Kekasih yang Tak Pantas Dipertahankan - Realistis novels & stories
Arsynta
Pacarku adalah pewaris di lingkatan elite ibu kota, kekayaannya bernilai ratusan triliun. Untuk mengujiku, dia tidak pernah membelikanku hadiah apa pun selama tujuh tahun bersama, bahkan tidak pernah mengeluarkan sepeser pun untukku. Sekadar mampir ke minimarket membeli alat kontrasepsi saja, dia tetap menghitung dan membaginya setengah-setengah denganku. Kemudian, ibuku sakit keras. Aku meminjam ke semua kerabat dan kenalan, tinggal kurang empat juta lagi agar biaya operasi bisa terpenuhi. Namun, tidak peduli bagaimana aku memohon, pacarku tetap tidak mau meminjamkan uang itu. Aku mengurus pemakaman ibuku sendirian. Saat pulang ke rumah dan membereskan barang-barang, aku tanpa sengaja menemukan daftar hadiah yang dia belikan untuk adik perempuan tetangganya. Vila pegunungan pribadi, tas-tas mewah, perhiasan bernilai ratusan juta rupiah. Di sana juga ada potongan percakapan dia dengan teman-temannya. "Kak Arka, katanya Svara sampai berlutut hanya untuk meminjam empat juta darimu, itu benar?" Arka terkekeh dingin, suaranya terdengar santai dan meremehkan, "Apa yang Dinda bilang memang benar. Demi empat juta saja dia sampai berlutut ke sana kemari, kalau bukan perempuan matre, lalu apa?" "Baru tujuh tahun bersama, tapi dia sudah nggak sabar ingin mengeruk uang dariku." Baru saat itu aku sadar, ujian tujuh tahun itu hanyalah akibat hasutan dari adik tetangganya. Tidak masalah. Karena sejak ibuku meninggal, aku sudah memutuskan untuk meninggalkan dia.
Menjadi Korban Manipulasi Kekasih Kakakku - Realistis novels & stories
Bowieta
Wanita yang disukai kakakku memfitnahku merundungnya. Kakak yang selama ini hidup saling bergantung denganku pun marah, mengirimku ke sekolah perempuan untuk memperbaiki moralku. Sejak itu, aku menjadi adik yang dia harapkan. Penurut, tidak iri, tidak menuntut apa pun. Namun, setelah melihat laporan medis tentangku, dia mendadak kehilangan kendali. "Nadia, kumohon, panggil aku 'Kakak' sekali lagi!"
Kuberi Segalanya, Tetapi Dia Berpaling - Realistis novels & stories
Camilla Hafsah
Aku disiram segelas air oleh klien, tubuhku gemetar saat menghadapi makiannya, sementara Raisa Gunawan memeluk asistennya sambil menatapku dengan dingin. "Yoga, hal kecil seperti ini saja nggak bisa kamu selesaikan. Perusahaan nggak butuh pemalas!" Aku menyeka air di wajahku, mengambil gelas dan menenggaknya sekaligus. Lalu, tanpa ragu, aku menuang segelas lagi dan menyiramkannya balik! Siapa yang mau bekerja di sini, silakan ambil alih. Aku nggak peduli lagi!
Mengungkap Rahasia Ibu Mertua - Realistis novels & stories
Malinka
Pada Hari Ibu, aku berniat memberikan hadiah kepada ibu mertuaku. Namun tak disangka, aku melihatnya membawa seorang pria berkulit gelap masuk ke kamar. Setengah jam kemudian, ibu mertuaku keluar dengan wajah memerah ....
PREV
12345
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status