Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku
Hanya sesekali kalau ia teringat sesuatu, ia akan gemetar mencabut korek api, menyalakan satu batang dupa murah membiarkan asap tipisnya buyar dihembus angin.
Rambutnya sudah memutih sepenuhnya, tipis menempel di kulit kepala yang keabu-abuan. Kerutan di sudut matanya sedalam jurang, mengurung sepasang mata yang dulu tajam itu menjadi redup dan keruh. Setiap kali hendak duduk, ia harus bersandar pada nisan terlebih dahulu, sebentar-sebentar menahan napas batuknya dari dalam dada seperti suara kayu tua yang ditarik-tarik, setiap tarikan napas membawa rasa perih yang menyobek.
ตอนยอดนิยม