Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Aktor itu memamerkan senyum meremehkan. "Heh, Gembel Udik. Lo pakai pelet murahan apa sampai Renata mau mungut lo dari jalanan?" ejek Leo dengan nada tinggi, sengaja memancing perhatian beberapa kru di sekitarnya. "Asal lo tahu ya, ini industri kelas atas. Otot kuli lo itu nggak laku di sini kalau lo cuma bisa planga-plongo kayak monyet lepas dari hutan!"
9.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 323 kali sebagai agam senyum
Baca
+Pustaka
Gairah sang Gadis

Gairah sang Gadis

Aku merangkak ke hadapannya dengan mengangkat tinggi bokongku dan menggeleng kepala, seperti seekor anjing betina yang minta untuk dipuaskan saja. Entah karena merasa luluh atau alasan lagi, si pria mencoba beberapa kali lagi. Hanya saja, pada akhirnya senjatanya malah langsung lemas. Sebelum pergi, pria itu berkata, “Meskipun kamu cantik sekali, anumu benar-benar nggak ada rasanya, mungkin mesti berukuran sebesar gajah baru bisa memuaskanmu.” Aku menangis. Air mata tidak berdaya menetes di wajahku. Bahkan ukuran 18 sentimeter juga tidak bisa memuaskanku, apa ada lagi pria di dunia ini yang bisa memuaskanku.
6.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai agam senyum
Baca
+Pustaka
Rahasia di Balik Senyuman

Rahasia di Balik Senyuman

Disertai emoji senyum yang terasa lebih seperti simbol kepastian daripada sekadar kesopanan. Setelah itu, Almira meletakkan ponselnya di meja dan menoleh ke arah kamar, tempat Aiman berada. Matanya mengeras, sorotnya berubah. Ada sesuatu yang kini tak bisa lagi ia abaikan. “Sampai kapan kamu akan terus berbohong, Mas?” ~∆~∆~∆~
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai agam senyum
Baca
+Pustaka
Tentang Rasa

Tentang Rasa

Senyum misterius terpatri di wajah Agam saat Rinjani sudah keluar dari pintu kedai. “Kok nggak dikejar, Gam?” “Buat apa,” sahutnya tak acuh. Veren memasang wajah terkejut yang terkesan berlebihan. Matanya membulat dan mulutnya terbuka, menatap tidak percaya pada lelaki di hadapannya. “Serius? Cuma segitu perjuangannya? Masa sih, cewek kaya Rinjani bisa bikin seorang playboy seperti Agam menyerah? Wow, amazing!”
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai agam senyum
Baca
+Pustaka
Aphrodite

Aphrodite

ucap Agam Namun memang dari rautnya agam terlihat serius, Karina saja salah tingkah karna ucapan Agam, ayolah siapa yang tidak salah tingkah jika berhadapan dengan manusia seperti Agam. "heh bocah lo liat temen lo! dia manggil gue sama agam kakak lah lo?! manggil om" ucap Samuel. "aku mau panggil om Dipta sama om Agam kakak, tapi untuk manusia yang telinganya lemes aku tetap panggil om" "heh bocah lo kena pelet Agam apa gimana?!" "iya kena pelet kak Agam! pelet kak Agam kan premium, lah pelet om apaan pelet kw" ucap Karina
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai agam senyum
Baca
+Pustaka
Balasan untuk Suami Hidung Belang

Balasan untuk Suami Hidung Belang

Mengalum simfoni yang indah menelisik ke telinga. Inggit memejamkan kedua matanya, saat Agam mulai memajukan bibirnya untuk saling bersentuh. Menjelajah. Clepak! Inggit menampar pipi Agam dengan sekuat tenaga. “No! Jangan kurang ajar Gam!” “So-sorry Nggit. Aku terbawa suasana.” “Suasana apa?” “Suasana ... suasa—“ “Suasana mesum?”
1011.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai agam senyum
Baca
+Pustaka
Kadrun

Kadrun

celetuk Agam tertawa. “Selera orang itu memang tergantung pandangan mata, Gam.” balas Brewok datar disambut tawa yang lain. “Pantat lah kau, Wok!” sahut Agam kesal. Tawa mereka pun melebur dan berlanjut ke ruang karaoke.
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai agam senyum
Baca
+Pustaka
Penyesalan tanpa Akhir

Penyesalan tanpa Akhir

Jawaban Anjali membuat bibir mama Agam tertarik merekah menciptakan senyuman manis dengan cekungan kecil di kedua pipinya. Tanpa mereka sadari, Agam lah yang paling bahagia. Sampai dia tidak bisa menahan senyumnya begitu Anjali akan lebih lama bersamanya. "Terimakasih, Anjali," kata Agam pelan sehingga hanya Anjali lah yang mampu mendengarnya. "Untuk apa?" Anjali balas berbisik. Kepalanya menoleh menatap wajah Agam yang juga tengah menatapnya.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai agam senyum
Baca
+Pustaka
Senyum Bahagia Maharani

Senyum Bahagia Maharani

Nama saya “ Saraswati Maharani, saya dari Temanggung” Cukup! Dua kalimat saja yang aku keluarkan tidak banyak. Takut nanti otaknya hilang kalau kelamaan. Tarik nafas lagi…..ambil dan….. keluarkan yzng pasti tidak dikeluarkan dari belakang dong ya… Tentunya ku sisipi senyum termans yang bisa kupersembahkan. Senyum itu adalah senyum termanis sepanjang masa. Hahaha Howeeek muntah mungkin mereka seisi ruangan kalau denger hehee.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai agam senyum
Baca
+Pustaka
Gadis Bucin Incaran Presdir Dingin

Gadis Bucin Incaran Presdir Dingin

suara lirih itu membuat Agam terkejut dan mulai menghampiri Dika. "Ada apa?" Siapa sangka Dika malah tersenyum melihatnya. Seketika rasa khawatir Agam menguap. Ada apa? "Kamu kenapa?" "Tadi Pak Agam senyum." Agam tersadar dan menatap Dika tidak percaya. Pria itu memanggilnya hanya untuk membicarakan hal ini? Agam tahu jika ia memang jarang tersenyum, bahkan Dika memberikan julukan tersendiri pada senyumnya, yaitu senyuman mahal.
10108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai agam senyum
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status