Desember Ke-30
Tidak ada denyut nyeri di bekas luka operasi; yang ada hanyalah detak jantung yang teratur, tenang, dan hidup.
Pesawat perlahan bergerak meninggalkan apron, bersiap meluncur di landasan pacu. Tepat saat deru mesin jet mulai menderu kencang membawa burung besi itu menembus angkasa, ponselku di dalam tas bergetar pelan. Sebuah notifikasi pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal, atau mungkin dari seseorang yang baru saja kutinggalkan di ujung utara negeri ini.
Aku menatap layar ponsel yang menyala terang di tengah kabin pesawat yang mulai menanjak naik ke udara. Pesan itu hanya berisi satu kalimat singkat dan sebuah foto.
Hot Chapters