Mencari Istriku di Masa Lalu
Di tangannya hanya ada koper hitam dan paspor yang terasa lebih berat dari seharusnya—seakan menyimpan beban rahasia, luka, dan harapan yang bercampur jadi satu.
Ia menatap layar keberangkatan.
Doha → Jakarta, Qatar Airways QR 956. Boarding.
Shaz menarik napas panjang.
“Inilah saatnya. Tidak ada lagi jalan kembali.”
Pesawat Airbus A350-900 itu menjulang gagah di balik kaca, cahaya lampu bandara memantulkan kilau perak di tubuhnya. Shaz melangkah masuk, duduk di kursi dekat jendela. Suara pramugari, gemerincing troli kabin, hingga doa perjalanan terdengar seperti gema yang jauh. Ia hanya bisa merasakan detak jantungnya sendiri—keras, terburu-buru, penuh resah.
Bab Populer