MADU HITAM
lirih Justin memohon, lalu berlutut, menampar wajahnya berulang kali, sebuah hukuman diri yang penuh penyesalan.
Jonathan melepas tangan cucunya, lalu kembali menampar Justin, kali ini dengan kekuatan yang lebih besar. "Aku kecewa! Tidak seharusnya kau... ah sudahlah! Aku capek... Alina, ayo sebaiknya kita pergi ke lelang!" ajak sang Kakek pada menantu cucunya, mengabaikan Justin sepenuhnya. Alina menuruti kemauan Kakeknya, ia bersiap-siap lalu menyambar tasnya. Justin merasa bersalah, hancur, telah membohongi semua orang dengan cinta terlarangnya. "Kakek, tolong maafkan aku!" katanya menarik celana sang Kakek, menahan kepergiannya. Jonathan sangat enggan menatap cucunya, kekecewaannya terla
Sikat na Kabanata