Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TUKANG CILOK TERNYATA INTEL

TUKANG CILOK TERNYATA INTEL

"Janji aman." Malam pun turun sepenuhnya. Lampu kamar redup. Aluna berbaring di atas kasur empuk yang tak biasa ia tiduri. Kamar itu wangi lavender, dekorasi feminim tapi hangat. Azura sudah tertidur, dengan wajah damai dan rambut berantakan di bantal satinnya. Aluna menatap langit-langit. Pikirannya berputar. Lalu pelan-pelan ia meraih ponsel dan membuka W******p.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai alas kasur
Baca
+Pustaka
Ciuman Ratu Iblis Membuatku Dikelilingi Banyak Wanita

Ciuman Ratu Iblis Membuatku Dikelilingi Banyak Wanita

Kasur empuk bersprei sutra itu sampai membal tinggi, membuat dua bukit kembar Niskala yang masih basah dan licin berbusa bergoyang heboh tanpa arah di bawah remang lampu kemerahan. "Ahhh! Kasar sekali, Dewa," rintih Niskala lambat. Desahan manjanya bergaung seksi, namun sedetik kemudian ia malah terkekeh geli seraya merayap mundur hingga kepalanya bersandar di headboard ranjang.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai alas kasur
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan

Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan

"Serius?" "Iya, Almora," jawab Calderon dengan suara lembut. "Silahkan masuk. Ini kamar saya. Kamar ini sedikit berdebu karena terakhir kali dibersihkan satu bulan yang lalu." Almora melangkah memasuki kamar tersebut. Tidak kecil, tidak luas juga. Ruangan dengan ukuran normal. Ada satu ranjang besar, satu lemari pakaian dan satu meja kerja. Interior dasar kamar lelaki. Yang menakjubkan dari kamar ini adalah jendela besar di depan ranjang king size. Hamparan laut dan hijaunya gunung menjadi pemandangan yang pertama kali dilihat saat bangun dari kasur. Ternyata pria ini cukup pandai memilih lokasi dan menata ruang.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai alas kasur
Baca
+Pustaka
Ketupat Untuk Emak

Ketupat Untuk Emak

gumam Alif. Di sana terlihat kasur berukuran besar yang terlihat sangat empuk dan lembut, ditutupi sprei berwarna biru muda dengan motif halus yang terlihat mahal. Lemari pakaian besar dari kayu jati yang berkilau, meja belajar yang tertata rapi lengkap dengan lampu hias, hingga karpet tebal yang menutupi seluruh lantai membuat suasana terasa begitu hangat dan mewah.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai alas kasur
Baca
+Pustaka
Hate to Love

Hate to Love

Ia berencana melanjutkan tidur nya jika saja dirinya tidak merasakan semilir angin AC mengalir lembut di tubuh bagian atas nya yang hanya tertutupi oleh selimut tipis namun berbulu. Aliika mengerjapkan matanya beberapa kali, lalu menyibakkan selimutnya dan mencoba untuk menyandarkan tubuhnya di sandaran kasur. Kening nya mengkerut praktis tepat saat ia menoleh ke nakas samping tempat tidur nya. Terdapat sebuah kemeja oversize terlipat rapi disana. Aliika menduga itu adalah kemeja Sagara yang disediakan untuknya.
108.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai alas kasur
Baca
+Pustaka
Takdir bukan Milik Kita

Takdir bukan Milik Kita

Alsava berbisik ke Kak Eca yang berada di dapur, sedang mencuci piring. “Ooh, itu kamar Alan ada di ujung ruangan. Nggak di kunci, kok.” “Ok, makasih Kak.” Alsava mengangguk. Dia ingin beristirahat sebentar, tapi sepertinya kalau beristirahat di kamar Bi Nur justru jadi kurang sopan. Dia menuju ke kamar Alan, membuka knopnya dan menyalakan sakelar lampu yang ada di sebelah pintu. Ruangan berubah terang dan Alsava dengan leluasa melihat situasi di dalamnya. Untuk kamar seorang laki-laki, kamar Alan begitu rapi, bahkan jauh lebih rapi dari kamar Alsava. Kamarnya didominasi warna abu-abu. Sebuah lemari minimalis ada di ujung ruangan, meja belajar dengan deretan buku tersusun vertikal.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai alas kasur
Baca
+Pustaka
Impossible Love

Impossible Love

oceh Aldo seraya mencari sesuatu didalam lemarinya. Saat sudah menemukan apa yang ia cari, Aldo pun mencopot sprei kasurnya yang lama dan menggantinya dengan yang baru. "Pakai yang ini saja deh" gumam Aldo seraya memasang sprei bergambar burung merak yang indah ke kasurnya. "Nah sudah! sepertinya aku harus berkemas" Aldo melihat sekelilingnya mulai dari meja belajarnya, lantai kamarnya, hingga jendela kamarnya yang dipenuhi banyak debu.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai alas kasur
Baca
+Pustaka
Kujual Suamiku Seharga 1 Miliar

Kujual Suamiku Seharga 1 Miliar

teriak Aldo meninggalkan kamar mereka. Aldo mau tidak mau tidur menggelar kasur lantai yang berada di ruang tamu. Sofanya sih terlihat cukup nyaman tapi tentu saja tidak seleluasa ketika menggunakan kasur lantai untuk tidurnya malam ini. Berbekal selimut yang ia ambil dari kamar yang diguanaka Raya dan ibunya. Aldo juga mengambil bantal kecil yang ada di sofa. Aldo pun membaringkan tubuhnya di kasur lantai yang sebenarnya sudah mulai mengempes itu.
12.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai alas kasur
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Tuan Muda Arogan

Menjadi Istri Tuan Muda Arogan

“Selamat datang, Tuan Shaka. Kamar Anda sudah siap, nomor 307. Ini kuncinya.” Ia menyerahkan sebuah kartu akses. “Semoga menikmati masa menginap Anda.” Shaka mengambil kunci, lalu berbalik tanpa mengucapkan terima kasih. “Ayo,” katanya pada Alisha. Mereka naik ke lantai tiga. Begitu pintu kamar terbuka, Alisha melangkah masuk lebih dulu. Kamar itu rapi dan bersih, dengan jendela besar menghadap pegunungan. Namun, matanya langsung tertuju pada satu hal yang mencolok di tengah ruangan: hanya ada satu tempat tidur berukuran king size.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai alas kasur
Baca
+Pustaka
Kasur Lapuk Untuk Ibu

Kasur Lapuk Untuk Ibu

"Tidak mungkin karena alergi, Bu, Ibu kan tidak memakan makanan yang membuat alergi Ibu meradang. Ini pasti karena kasur lapuk itu, sudah Dina bilang kasur itu lama teronggok di gudang sudah tidak layak untuk dipakai lagi, Bu. Walaupun kita alasi pakai seprai bersih, tetap saja di dalamnya pasti banyak kuman penyakit bersarang yang bisa menimbulkan penyakit untuk kulit kita." "Sudah to, Nduk. Nanti juga sembuh sendiri, biar ibu taburi pakai bedak anti gatal saja, nanti tolong di jemur lagi ya Nduk, kasurnya! Ibu ada pengajian di rumah bu Rt siang ini."
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai alas kasur
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status