Takdir bukan Milik Kita
Alsava berbisik ke Kak Eca yang berada di dapur, sedang mencuci piring.
“Ooh, itu kamar Alan ada di ujung ruangan. Nggak di kunci, kok.”
“Ok, makasih Kak.” Alsava mengangguk. Dia ingin beristirahat sebentar, tapi sepertinya kalau beristirahat di kamar Bi Nur justru jadi kurang sopan. Dia menuju ke kamar Alan, membuka knopnya dan menyalakan sakelar lampu yang ada di sebelah pintu. Ruangan berubah terang dan Alsava dengan leluasa melihat situasi di dalamnya. Untuk kamar seorang laki-laki, kamar Alan begitu rapi, bahkan jauh lebih rapi dari kamar Alsava. Kamarnya didominasi warna abu-abu. Sebuah lemari minimalis ada di ujung ruangan, meja belajar dengan deretan buku tersusun vertikal.
Hot Chapters