Kontrak Cinta Sang CEO
Tapi entah kenapa, ia merasa tenang.
Ayla masuk dengan piyama biru muda, membawa dua cangkir teh hangat. “Langitnya belum bersih, ya?”
Nayaka mengangguk. “Belum. Tapi setidaknya, nggak ada petir.”
Ayla duduk di sebelahnya. “Kadang, langit nggak harus sempurna buat jadi indah.”
Nayaka menatapnya lama, lalu berkata pelan, “Aku pikir dulu keindahan itu hasil dari simetri dan kontrol. Sekarang aku baru tahu ternyata keindahan datang dari hal yang berantakan tapi bertahan.”
Capítulos em Alta