Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
WANITA YANG DIBAWA PULANG SUAMIKU

WANITA YANG DIBAWA PULANG SUAMIKU

gerutuku. *** "Hai," sapa Ari. Akhir-akhir ini dia sangat rajin berangkat pagi atau aku yang kesiangan ya? "Hai, Ar," balasku. "Ni, kopi. Biar fresh," candanya sambil memberikan secangkir kopi yang masih mengepul. "Emmm, harum ... makasih ya, Ar," ucapku sungguh-sungguh. "Sama-sama, Mila," sahutnya lalu kembali sibuk menata beberapa kertas.
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 433 kali sebagai arah kopi
Baca
+Pustaka
Ya, Sayang?

Ya, Sayang?

Pekerjaan kantor benar-benar menyita waktu istirahatnya. Air kopi di dalam gelas susah habis, tinggal ampasnya saja. Arjuna berjalan ke dapur untuk membuat kopi lagi, bukan kopi dengan gula melainkan kopi yang hanya kopi saja, alias kopi pahit. Entah sudah berapa tahun Arjuna menjadi kecanduan kopi pahit yang jarang disukai banyak orang.
11.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai arah kopi
Baca
+Pustaka
ASMARA RUSUN SIMPANG TIGA

ASMARA RUSUN SIMPANG TIGA

Dewi langsung bergerak ke dapur dan kembali beberapa menit kemudian membawa piring kue dan cangkir kopi hangat yang masih mengeluarkan asap tipis. “Ini kopi arabika yang aku beli dari teman di Toraja, rasanya kuat tapi tidak pahit,” ucap Dewi sambil menaruh piring di atas meja. “Coba deh dicoba, kalau kurang manis aku kasih gula aja ya.” Rio mengambil sendok kue dan memakannya dengan lahap. “Enak banget, Mbak! Bikin sendiri ya?”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai arah kopi
Baca
+Pustaka
Mencintai Untuk Membunuh, Pembalasan Sang Luna

Mencintai Untuk Membunuh, Pembalasan Sang Luna

Di tangannya terdapat secangkir kopi hitam yang aroma pahitnya langsung menguar hangat di udara dingin malam. “Kopi khusus Jackpot Pack,” katanya pelan sambil menyodorkannya padaku. “Baru selesai dipanggang tiga hari lalu.” Aku menerima cangkir itu perlahan. Aromanya pekat dengan sedikit sentuhan rempah hutan. Hangat dan menenangkan. Aku menyesap sedikit dan membiarkan cairan pahit itu turun ke tenggorokan. Zena menatapku beberapa saat sebelum akhirnya berkata, “Anda ragu.”
877 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai arah kopi
Baca
+Pustaka
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

terang Leo. “Ya, udah putus sama Andin hampir enam bulan lalu,” jawab Akira seraya menyesap espresso-nya. Memang kopi pilihan kedai Morning Mist ini memiliki kualitas terbaik. “Kopi apa ini Leo, kok enak banget sih?”Akira terdistraksi dengan rasa kopi dan harumnya yang benar-benar menggugah indra penciumannya. “Oh, ini kopi Flores Bajawa. Gue dapet satu supplier yang oke banget. Mereka juga sudah mulai ekspor ke beberapa negara.” ujar Leo bangga.
1029.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 654 kali sebagai arah kopi
Baca
+Pustaka
Suamiku Lupa Privasi Story WhatsApp

Suamiku Lupa Privasi Story WhatsApp

Mungkin, karena aku memiliki muka yang baby face. "Iya, Arya. Si Detektif ugal-ugalan," ucapku memanyunkan bibir ke kiri dan kanan. Bola mata berputar, ekspresi malas. Dia tergelak dengan gayaku saat berucap. "Kopi spesial tanpa telor datang, uhuuu." "Bikin kopi, setahun. Lama amet." "Ih, mbak komen bae, kaya netizen. Tadi bubuk kopinya abis, jadi Aku beli dulu di warung Lik Inah."
10131.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai arah kopi
Baca
+Pustaka
Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius

“Aku ingin wiski.” Julya berpikir sejenak. Dia agak kebingungan padahal dia sudah menyiapkan tiga jenis minuman sekaligus. “Hm, maaf Tuan, bagaimana kalau kopi. Aku punya kenalan pengusaha coffe shop dekat sini. Arabika dan robustanya terbaik di Rusia.”
9.938.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 931 kali sebagai arah kopi
Baca
+Pustaka
Nobody Knows

Nobody Knows

Kirei tidak kuasa menahan senyumannya. “Jenis kopinya yaitu arabika, librika, robusta, excelsa.” Ujar Haru lagi dia menoleh melihat Kirei yang berada di samping atasannya dengan menyunggingkan senyum. Kirei mendengus kesal mendengar kata asing baginya dia menatap kesal Haru tapi langsung merubah ekspresi menjadi senyuman saat menatap atasannya dan berkata.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai arah kopi
Baca
+Pustaka
MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

Seorang pramusaji kapal menawarkan aneka snack dan minuman. "Kopi hitam dua. Satu dengan gula, satu tanpa gula," kataku. Aricha menoleh ketika mendengar aku memesan dua gelas kopi hitam. "Masih minum kopi pahit kan?" tanyaku. Ia mengangguk. "Masih suka pakai kalung tasbih dan gelang Kokka juga?" tanyaku lagi. Ia meringis. Aricha sangat menyukai kopi, selain aromanya yang enak alasan lainnya karena pesan gurunya.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 328 kali sebagai arah kopi
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Mita el Rahma
Semoga terhibur dan mendapatkan sesuatu yang terselip-selip dalam cerita setiap chapternya ... Jangan lupa tinggalkan jejak rate dan komen karena itu adalah vitamin buat author ... Tengkyu untuk semua reader kesayangan yang udah kasih support. Semoga Allah limpahkan kasih sayangNya pada kita ...
Rendra Lima
lanjutannya usahain ceritanya yang ringan aja..klo bs konflik nya sedikit aja..klo terlalu banyak dan muter2 bakal bosen juga hehe...so far msh ringan lah...masih bisa dinikmati sambil minum soklat hangat di Indomaret..wkwkwkwkwk...
Baca Semua Ulasan
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Jawab Mas Gala dengan antusias. “Oh, ya?” Lara pun menanggapi dengan antusias pula. “Kalau gitu kamu harus cobain kopi paling enak di daerah aku.” Lanjutnya. “Kopi apa namanya?” tanya Mas Gala. “Kopi alraya, “ Jawab Lara, “Pernah denger nggak?” Lanjutnya. “Alraya …” Mas Gala berpikir sejenak, “Kayaknya pernah denger, nggak asing.” Lanjutnya.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai arah kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status