Cinta karena benci
kesal Bang Rafan yang tengah menungguku bersiap-siap di depan pintu.
“Iya, bentar,” jawabku setengah berteriak. Aku buka pintu dan aku lihat bang Rafan yang sedang berdiri dengan wajah kesalnya karena bosan menungguku.
“Lama banget sih,” ketus Bang Rafan. Pasalnya bang Rafan itu orangnya disiplin enggak kaya aku, orangnya ngaret.
“Iya, maaf. Kaya enggak tahu cewe aja,” jawabku. Bang Rafan masih setia wajah kesalnya. Tidak ada jawaban dari Bang Rafan.
الفصول الرائجة