Terjerat Takdir Tuan Saka
Sembari kembali menyuapkan nasi pelan ke mulut Saka, dengan tenang Arum menanggapi, "Engga kok. Saya juga suka susu."
"Ya kamu kan perempuan, beda."
Arum tersenyum kecil, suaranya lirih namun yakin. "Dan tuan adalah laki-laki dewasa yang kerja keras setiap hari. Suka susu ga bikin wibawa tuan turun, kok. Justru kadang, hal kecil kayak gini yang bikin seseorang kelihatan jujur sama dirinya sendiri."
Saka diam, tak ada komentar sarkas, tak ada bantahan. Tapi satu hal yang pasti, hatinya mulai terasa penuh. Ada sesuatu yang selama ini tertarik kencang, tiba-tiba terasa longgar.