Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ARSHAKA

ARSHAKA

Gumam Mila pelan dengan wajah mengernyit. Bugh! Arshaka menonjok tepat di bibir hingga lawannya terjatuh terlentang di lapangan. "Hah... Hah..." Arshaka menarik nafas pelan, menelan salivanya dengan rahang yang mengeras. Ia berjalan mendekat ke Dimas, orang yang mencari ribut ke dirinya siang ini. "Lo!" Arshaka berjongkok dengan gaya coolnya dan menampar pelan wajah Dimas, masih dengan wajahnya yang datar tanpa ekspresi padahal wajahnya sudah babak belur gak karuan.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai black arrow
Baca
+Pustaka
B A R C O D E

B A R C O D E

Sebisa mungkin dia membuat dua orang di hadapannya kembali ke jalan lurus. Arc berdeham tanda meredamkan amarah dan kembali menjadi pemerintah yang tegas. "Saya setuju dengan Maddie. Sekarang, dengarkan saya baik-baik. Delano Storm adalah penyihir jahat yang selalu berusaha membuat Life Stone terkena ilmu hitam. Jika semakin banyak Anhänger yang bergabung, maka akan semakin banyak pelindung yang rela menyelamatkan Bumi serta warga Medborgare. Saya berharap padamu, Emily. Jika bertemu lagi dengannya, bawakan dia pada saya, atau saya akan menyuruh anak buah untuk menangkapnya."
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai black arrow
Baca
+Pustaka
Dark White

Dark White

Hari sudah beranjak gelap saat mereka dalam perjalanan kembali ke Victorian City. Bella menyandarkan punggungnya di kursi mobil. Pandangannya menerawang keluar jendela, mengamati matahari yang mulai tenggelam. Suasana hatinya semakin tidak baik setelah kejadian di sekolah tadi. Di sampingnya, Allen masih sibuk dengan laptopnya. Entah apa yang sedang dia kerjakan Bella tidak peduli. Ia masih sangat kesal karena tadi Arin bisa lepas dengan sangat mudah.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai black arrow
Baca
+Pustaka
Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali

Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali

Sorot matanya bergerak perlahan, menyapu pepohonan lebat di sekeliling seperti alat pindai tanpa cela. Angin basah berembus di sela dedaunan. Suara serangga, burung malam, serta gesekan ranting naik turun membentuk irama liar khas hutan. Semuanya tampak normal. Namun garis di antara alis Arka justru mengeras tipis. “Garuda Hitam,” ucapnya tanpa menoleh, suara rendah namun tegas. “Berikan senapan itu.”
1011.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 461 kali sebagai black arrow
Baca
+Pustaka
Tes

Tes

Aura Lika 12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai black arrow
Baca
+Pustaka
ARABELLA

ARABELLA

cibir Beno. ******************************
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai black arrow
Baca
+Pustaka
Aksara

Aksara

Desis Aksara begitu memancarkan aura amarahnya yang bisa meledak kapan saja. "Boleh, asal gue main sama dia dulu" BRUGH! BUGH! "Jaga omongan lo, bajingan!"
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai black arrow
Baca
+Pustaka
Pemalas Penantang Dewi

Pemalas Penantang Dewi

“Rain element arrow! Wusssttt!” Anak panah milik Murka yang awalnya putih, tiba-tiba berwarna pelangi saat dia lepaskan. Kemudian panah itu jadi berlipat ganda dengan sangat cepat dan melesat pada setiap pasukan musuh. Panah tersebut juga masih melesat ssat sudah mengenai targetnya dan membuatnya terdorong hingga kebarisan kedua pasukan musuh.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai black arrow
Baca
+Pustaka
Tujuh Dosa Besar

Tujuh Dosa Besar

Dida yang paham dengan kondisi ini langsung memundurkan langkahnya, menjauh dari mereka berdua. Arya langsung menarik pedang dari sarungnya, sedangkan Angel langsung mengarahkan busur panahnya. “Fire hawk!” seru Arya. Tiga ekor burung elang yang terbuat dari api, muncul dari ujung pedangnya. “Falcon Arventus!” Tak ingin kalah, Angel mengeluarkan burung falcon miliknya. Keempat burung—yang terbuat dari api dan angin, langsung melesat terbang menuju sang pohon. Saat keempat burung itu terbang di jarak dan ketinggian yang sama, Angel dan Arya berseru, “Combine!”
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai black arrow
Baca
+Pustaka
Black Shadow

Black Shadow

Mobil hitam yang tengah mereka buntuti semakin kencang melaju, melewati persimpangan lampu merah. Dan El dengan santai berhasil menembus lampu hijau sebelum lampu itu berubah menjadi merah. Gadis cantik berumur 17 tahun itu memang ligat membawa mobilnya. "Lihat, lampu merah aja berhasil gue terobos kan," ucapnya sombong. Yuna menaikkan sudut bibirnya mendengar kesombongan sang sahabat. "Walau lo ahli di bidang mobil, ingat lo nggak pernah bisa kalahkan keahlian aku menghilangkan nyawa mangsa kita," skak Yuna terkekeh.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai black arrow
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status