Cahaya Biru
jawabnya santai, tanpa terbebani sedikit pun.
Aku mengerutkan keningnya, jelas terganggu dengan sindiran Biru yang tak kunjung henti. "Apa maksud lo sebenarnya, Biru?" tanyanya dengan nada kesal.
Biru hanya tersenyum lebar, matanya berkilau kegirangan melihat aku terprovokasi. "Gue ***a pengen lihat seberapa besar lo bisa marah, Cahaya. Ternyata mudah banget bikin lo kesal," ucapnya sambil tertawa.
Bab Populer