Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua
“Acara tetap doa bersama, sederhana. Tapi setelah itu, Sekar boleh siraman pakai air bunga tujuh rupa. Niatnya bukan mistik, tapi simbol doa — agar calon ibu dan bayi lahir bersih lahir batin. Bapak pimpin doa, ustazah memimpin tahlil. Semua senang.”
Pak Slamet menatap istrinya lama.
Lalu, perlahan, wajah kerasnya melunak. “Kalau niatnya begitu, Ibu setuju. Saya tidak masalah. Asal semuanya diniatkan untuk ibadah.”
Sekar terharu. Matanya berkaca-kaca, lalu menggenggam tangan mertuanya.
“Terima kasih, Pak. Saya janji, tidak akan berlebihan. Saya cuma ingin mengenang Ibu saya, tapi dengan cara yang insyaAllah baik.”