Sadena
Sadava suka memandanginya.
"Bobo yang nyenyak, Sha. Aku sayang kamu, aku menyesal andaikan kita nggak bertemu hari itu," bisik Sadava, di benaknya kembali melintas kejadian dua tahun lalu.
"Gue Sadava. Lo siapa?" tanya Sadava kala seorang gadis yang terbaring di ranjang itu membuka mata. Perban melilit bagian kepala dan sikunya.
Marsha tak menjawab dan hanya berkedip beberapa kali sembari memandang bingung wajah Sadava.
ตอนยอดนิยม