Satu Wanita Satu Skill
Gelas kopi di tangan mulai mendingin, tapi suasana di antara kami justru memanas — bukan karena gairah, tapi karena keheningan yang berat.
Rita menatap isi gelasnya, lalu berkata pelan:
> “Dulu, saya percaya pernikahan itu sakral. Cinta itu cukup. Dan setia itu sederhana.”
Aku hanya mendengarkan. Tidak memotong, tidak mengangguk—hanya menjadi telinga yang utuh.
> “Saya nikah muda, waktu umur dua puluh dua. Dia lelaki pertama yang saya cintai… dan yang pertama kali bilang saya cantik walau tanpa makeup.”
ตอนยอดนิยม