Wiro sang Penakluk
Ia hanya menggerakkan pantatnya ke belakang, mendorong memeknya agar menempel lebih erat pada kontol Wiro, seolah berkata, "Ya, lanjutkan!"
Wiro memasukkan kontolnya dengan satu hentakan kuat. "Aaaarghhh... Mas! Sakit tapi enak!" jerit Chika, jari-jarinya mencengkeram erat seprai, tubuhnya bergetar hebat. Kontol Wiro masuk sepenuhnya, menghantam rahim Chika, membuat wanita itu mengerang nikmat.