ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN
tawar Mas Bara.
Aku termangu sejenak untuk mempertimbangkan. Rasanya di dalam kamar kami sudah memiliki beberapa lukisan, jadi aku pikir tak perlu untuk menambah lukisan lagi.
“Nggak usah Mas, di kamar kita sudah ada banyak lukisan,” tolakku pelan.
“Kalau begitu kamu boleh memilih benda seni lain, seperti patung atau anyaman itu,” ucap Mas Bara masih memberikan penawaran lagi, “pilih saja yang kamu suka, dan ingat jangan mempertimbangkan harganya.”