AMBIL SAJA SUAMIKU
Lalu, mobil berhenti di depan sebuah rumah mungil bercat putih bersih, tanpa pagar, dengan halaman berumput yang membentang seperti permadani.
Arez lalu mengajakku turun. Kubiarkan tangannya menggenggamku.
"Aku tahu keluargamu lebih dari mampu menyediakan rumah yang lebih bagus dari ini. Tapi, ini adalah hasil jerih payahku sendiri. Aku yang merancang dan membangun rumah ini dengan uangku sendiri. Meski nanti kita tetap tinggal di kota, aku ingin rumah ini menjadi tempat kita beristirahat ketika kita lelah dengan semua rutinitas. Akan ada Celia, Afika, dan anak-anak kita bermain di halaman yang sejuk ini. Kayyisa, aku sudah melamarmu di depan Rayyan, sudah pula memintamu pada orang tuamu, ta
الفصول الرائجة