Istri Kecil Pak Dekan
Luna menarik napas sedalam-dalamnya, merapikan apronnya, dan membuka pintu dapur utama dengan senyum yang dipaksakan.
"Eh, Ibu Dekan... maaf, tadi saya sedang merapikan piring yang pecah di belakang," ucap Luna dengan suara yang kembali dibuat serak.
Ibu Dekan Tarbiyah masuk dengan gaya anggunnya, matanya menyapu sekeliling dapur yang bersih. "Tidak apa-apa, Una. Saya hanya tidak tahan untuk tidak memesan makananmu. Hari Minggu ini saya ada acara keluarga besar, bisa kamu buatkan dimsum udang dan siomay seperti tadi untuk 50 porsi?"
Hot Chapters