BATARI
Seolah ia sudah memilikinya.
“Sayangnya,” lanjutnya, suaranya menurun, menjadi sesuatu yang lebih gelap, “kecantikanmu di rumah ini cuma akan jadi kutukan.”
Batari tak bergerak mundur. Namun tubuhnya mengencang, naluri mengingatkannya untuk tidak memberi ruang. Adrian berhenti tepat di depannya— Batari mencium campuran tembakau dan alkohol, panas napas yang tidak seharusnya dibagikan pada orang asing.
Hot Chapters