Pemuas Hasrat Sang Presdir
Natasha, dari tempat persembunyiannya, menekan tombol 'enter' dengan gemetar penuh antisipasi.
Layar besar yang semula menampilkan logo rumah seni dengan backdrop warna-warni pelangi, tiba-tiba berganti.
Bukan foto para seniman yang muncul, melainkan sebuah video dengan kualitas yang buruk, buram, dan pencahayaan redup. Gambarnya bergoyang-goyang, seolah diambil diam-diam. Suara pertama yang terdengar adalah desahan panjang, diikuti erangan perempuan yang teredam—suara itu disamarkan, distorsi digital membuatnya serak, namun konotasinya tak bisa disalah artikan: itu adalah suara yang keluar dari sebuah momen intim yang sangat privat.
Bab Populer