Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali
Serta beberapa ruko tertutup rapat dengan papan nama pudar seolah sengaja menyembunyikan identitas.
Udara dipenuhi campuran aroma yang sulit dipisahkan, rempah tajam, minyak goreng bekas, tembakau murah, alkohol murahan, dan manis kimiawi yang menusuk hidung.
Di jalanan, jumlah orang tidak banyak, tetapi ragamnya cukup untuk menjelaskan watak kota ini. Warga lokal berkulit legam dengan tatapan kosong, orang-orang asing yang berjalan waspada, pecandu dengan pupil liar, hingga pria-pria bersenjata yang membawa senapan seolah itu bagian biasa dari pakaian sehari-hari.
Bab Populer