Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Sweet Husband

My Sweet Husband

Tetapi, raut mukanya masih sama dan tidak berubah. Amilie membuka box makanan itu dan mengambil sedikit demi sedikit. Ia makan ayam goreng pedas dengan nasinya hanya dengan menggunakan tangan, karena merasa gengsi untuk mengambil sendok yang ternyata ada di dalam plastik. Plastik itu ada di depan suaminya, dan ia merasa canggung untuk mengambilnya. Satu suapan demi suapan itu masuk ke dalam mulut. Ia mengambil plastik itu untuk kemudian ditaruh ke basah. Tetapi, saat membukanya, dirinya melihat satu sendok lagi.
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai garpu sendok plastik
Baca
+Pustaka
SUAMI USIL

SUAMI USIL

Aku menyerahkan plastik putih yang ku bawa tadi. "Ya Allah, Mbak. Repot-repot segala." "Nggak, ngerepotin. Cuma sedikit kok." Septi pun menyiapkan piring. Ia keluarkan buah yang ada di dalamnya. "Loh, ini semangkanya beli di mana, Mbk? Bentuknya aneh begini. Aku dulu pernah lihat semangka seperti ini 'sih, Mbak. Waktu masih kecil. Memangnya ada yang jual seperti ini?"
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai garpu sendok plastik
Baca
+Pustaka
Selingkuhan Nyonya Muda Bukan Bodyguard Biasa

Selingkuhan Nyonya Muda Bukan Bodyguard Biasa

“Tidak.” Tidak lama makanan yang mereka pesan datang. Nasi, kepiting, udang, ikan dimasak dengan bumbu yang beraroma yang begitu khas. Giselle menggunakan sarung tangan plastik di kedua tangannya sebelum makan.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai garpu sendok plastik
Baca
+Pustaka
Me Versus Gundik Suamiku

Me Versus Gundik Suamiku

ucap sang ibu sembari mengulurkan kantong plastik yang ada pada tangan kanannya. Erika menerima plastik merah transparan itu dengan tak enak hati, sebab wanita berkerudung navy itu memberikan buah-buahan, satu bungkus roti kering, beberapa biskuit rasa stoberi dan lima buah susu kaleng. "Terima kasih, Bu. Tapi ini terlalu banyak, saya ragu akan dapat menghabiskannya atau tidak."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai garpu sendok plastik
Baca
+Pustaka
KITA & MASA LALU

KITA & MASA LALU

imbuh Aksara. "Mungkin saya bisa bantu-bantu ngambil alat. Biar cepet." "Di dalem aja. Buka-bukain makanan di plastik. Gua laper," jawab Aksara. "Oh yaudah." Rimbu berjalan setengah berlari masuk ke dalam mobil. Sambil mengikat rambutnya, Rimbu menoleh ke segala tempat mencari plastik putih yang dimaksud Aksara. Setelah menemukan plastik berukuran sedang itu, Rimbu langsung melihat isinya dan memilih makanan yang paling mungkin disukai Aksara.
9.83.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai garpu sendok plastik
Baca
+Pustaka
Saudara celamitan dari Neraka!

Saudara celamitan dari Neraka!

Mataku langsung terpaku melihat plastik hitam besar yang ada di tangan Mas Hadi. Ya ... Tuhan, itukan plastik hitam yang berisi penuh makanan dari kue, ayam, rendang, keripik hingga cabe, bawang dan garam. Semuanya komplit, serba ada. Aku pikir Bu'de Ratmi yang meletakkannya di kolong meja yang tertutup kain dan sengaja menyembunyikan disitu untuk di bagikan sebagai oleh-oleh sanak saudaranya yang pulang lebih dulu.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai garpu sendok plastik
Baca
+Pustaka
SUDAH TAK PERAWAN

SUDAH TAK PERAWAN

Dia mengecup keningku dan menyerahkan plastik itu. “Oleh-oleh untuk Ibu dan tetangga sini,” tukasnya. “Untuk aku mana?” Kutatap plastik yang ternyata isinya beragam camilan khas Bandung. “Ada di mobil, kok, Sayang!” Dia mencubit ujung hidungku. Aku hanya tertawa kecil dan menggelayut pada tangan kokohnya. Kami pun bergegas masuk dan mendapati Ibu yang sudah membawakan minuman dan kopi ke ruang tengah.
1094.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai garpu sendok plastik
Baca
+Pustaka
Gara-Gara Tak Pakai Lipstik

Gara-Gara Tak Pakai Lipstik

Tak jauh dari sana, ada bangku plastik yang posisinya sudah terbalik. “Putra!” seruku seraya berlari menghampiri Putra. “Duh, sakit!” rintih Putra sampai meringis. “Apa yang telah terjadi?” “Tuh! Kursi plastiknya terbalik dan aku jatuh. Tolong kacamataku, dong!” Kepalaku menoleh ke kanan, kiri, depan, hingga belakang. Tapi, tak juga kudapati kacamata Putra di area lantai.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai garpu sendok plastik
Baca
+Pustaka
ISTRIKU YANG MALANG

ISTRIKU YANG MALANG

seru Ayman meletakkan dua kantong plastik hitam ke meja. "Apaan itu? Banyak banget, Man!" ucap Mariana menatap bingung kantung plastik tersebut. Mariana akhirnya membuka kantong plastik itu, di mana di dalamnya terdapat beberapa bungkus nasi dan gorengan. "Ini apa?" tanya Mariana menunjukkan sebuah gulungan daun pisang yang seperti habis dibakar. "Yang itu nasi bakar, ini nasi uduk, ini pastel, dan macam-macam. Yang pasti semuanya enak karena aku sudah makan di mobil!" pungkas Ayman memuji masakan Ayumi.
4.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai garpu sendok plastik
Baca
+Pustaka
Carinya Daddy Dapetnya Baby

Carinya Daddy Dapetnya Baby

Perempuan itu menerima plastik tersebut seraya mengucapkan terima kasih. “Kenapa dia?” tanya Gita menatap Langit yang memasang ekspresi tidak enak. Dika memilih menjawab dengan mengangkat bahunya. Meskipun instingnya mengatakan kalau Langit saat ini sedang cemburu pada lelaki itu. “Nggak ada sendoknya ya, Beb?” tanya Gita. “Eh iya, nggak ada kayanya. Orangnya juga nggak nyediain sendok plastik.”
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai garpu sendok plastik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status