Tulang Rusuk
"Jadi pesantren ini, kelak akan menjadi pilarnya pendidikan agama dilingkungan kita. Untuk itu kita semua harus berjuang, melawan sesuatu yang tidak terlihat itu jauh lebih sulit ketimbang menghadapi apa yang nampak."
"Contohnya, Mas?"
Sayup mendengar penjelasan Mas Abi yang telaten, memberikan pengertian kepada Sahra.
Aku berdiri lesu, dengan langkah gontai aku mundur. Sekali lagi, pahit melihat kemesraan yang mereka buat. Langkah gontai bermaksud pergi meninggalkan dengan tergesa hingga tidak menyadari menendang tumpukan kaleng bekas biskuit yang biasanya digunakan arek-arek untuk menggantikan pot-pot bunga yang sudah rusak. Suara gaduh pun terdengar.
Bab Populer